Susah Dapat Sekolah Negeri, Warga Usul Dibangunkan SMAN Di Tawangmangu

1.509

KABUPATEN KARANGANYAR (Garudanews.id) – Sistem zonasi dalam pendaftaran siswa baru masuk SMA membuat pusing warga tawangmangu. Hal tersebut dikarenakan tidak adanya SMA di Kecamatan paling ujung Kabupaten Intan Pari tersebut.

Selama ini warga Tawangmangu harus turun ke Kecamatan lain atau Karanganyar untuk menyekolahkan anaknya ke tingkat SMA. paling dekat adalah SMA N Karangpandan. Namun dengan Sistem Zonasi yang di berlakukan, maka banyak warga Tawangmangu akhirnya tidak bisa masuk sekolah negeri.

Berdasarkan data dari Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olah
Raga Kabupaten Karanganyar, di Kecamatan Tawangmangu
pada tahun 2017 jumlah penduduk mencapai 44.831 jiwa dengan jumlah SDN sebanyak 29 buah, SD Swasta 2 buah, SLTPN 2 buah, SLTP Swasta 1 buah, SMUN 0 buah, SMU Swasta 0 buah, SMKN 0 buah, dan SMK swasta 0 buah. Dan sekolah Madrasah terdiri MI 2 buah, MTs 0 buah, dan MA 0
buah.

Selanjutnya jumlah murid SD/MI sebanyak 4.454 siswa,
dengan guru sebanyak 333 orang, sehingga rasio guru:murid
sebanyak 1:13,38. Jumlah murid SLTP/MTs sebanyak 2.009
siswa dengan guru 179 orang, sehingga rasio guru:murid
sebanyak 1:11,22.

Di Kecamatan Tawangmangu belum ada sekolah setingkat SLTA, sehingga kalau meneruskan ke SLTA harus ke Kecamatan lain atau ke Kabupaten /Kota yang berjarak lebih dari 30 Km.

Warga mulai menyuarakan agar Tawangmangu dibangunkan Sekolah setingkat SMA oleh pemerintah. Sehingga warga tidak kesulitan dalam menyekolahkan anak anaknya. Karena hal tersebut akan berdampak pada SDM anak – anak Tawangmangu ke depan.

Mira, salah satu warga Tawangmangu mengungkapkan kerumitan warga Tawangmangu dalam menyekolahkan anaknya di jenjang SMA. Dalam akun Facebooknya Mira mengatakan kalau jadi Gubernur akan membangun sekolah SMA.

“Begitu kalang kabutnya orang tua disini mennyekolahkan anaknya di tingkat SMA. Nanti kalau saya jadi Gubernur akan saya bangun SMA,” ujarnya, Sabtu (20/6/2020)

Hal senada di sampaikan oleh Heri Hermawan. “Pak Gubernur mohon didengar keluhan warga Tawangmangu untuk di bangun kan sekolah SMA, agar warga Tawangmangu bisa Sekolah dengan nyaman dan aman,” ujar Heri .

Saat ini karena sistem Zonasi, beberapa warga terpaksa mengakali dengan merubah KK nya di seputaran Karanganyar, agar bisa di terima SMA Negeri.

“Saya terpaksa merubah KK anak saya , saya ikutkan keluarga saya di Karanganyar agar bisa sekolah negeri,” ujar Yt, warga Blumbang kepada garudanews.id, Sabtu (20/6/2020)

Untuk masalah lokasi, warga mengusulkan tempat Eks SDN 3 Tawangmangu atau di lahan Pertanian milik Pemprop.

 

“Lahan sekolahan bisa di Eks SDN 3 Tawangmangu yang sekarang tidak mempunyai murid , atau dilahan Pertanian milih Pemprop di bawah PPT,” ungkap Sartono.

Dengan jumlah lulusan SD yang mencapai lebih dari 4000 siswa tersebut, dan jauhnya jangkauan sekolah, Tawangmangu sudah selayaknya memiliki SMA Negeri sendiri. (Cj/Cq/Yos)

Anda mungkin juga berminat