Faisal Basri Sentil Pengadaan Bansos Sembako Corona Tak Berdayakan UMKM

127

JAKARTA (Garudanews.id) – Ekonom Senior Institute For Development of Economics and Finance (Indef), Faisal Basri, menyarankan bantuan sosial (bansos) bagi masyarakat terdampak pandemi Covid-19 diberikan dalam bentuk uang ketimbang sembako. Dia menilai pemberian bansos dalam bentuk makanan atau sembako tak memberikan manfaat bagi pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) serta pasar tradisional.

Padahal, pelaku UMKM tengah dihadapkan pada kondisi sulit akibat kelangsungan usahanya terdampak pandemi ini. “Harusnya bansos berupa uang tunai. Penanganan Covid-19 justru mematikan usaha kecil. Dengan mengeluarkan dana untuk sembako ke korporasi tidak ke warung, umkm, dan pasar tradisional,” katanya dalam diskusi virtual Indef via Zoom, Jumat (10/7/2020).

Faisal mengatakan pengadaan bantuan sembako selama ini yang tidak melibatkan UMKM dan pasar tradisional bertolak belakang dengan keinginan pemerintah yang berupaya kembali membangkitkan kegiatan usaha yang dilakukan oleh pelaku usaha kecil.

“Sedangkan, anggaran sembako mencapai Rp43,6 triliun itu lari ke korporasi karena pengadaan langsung ke pabrik tidak ke warung dan pasar tradisional. Coba kalau rakyat dikasih uang itu, bisa belanja di warung. Maka hidup kembali, si UMKM nya,” jelas Faisal, dikutip dari merdeka.

Maka dari itu, Faisal lebih menghendaki bila bansos diberikan dalam bentuk uang tunai. Sehingga uang bansos dapat bermanfaat lebih besar, baik untuk menyambung hidup atau membuka usaha kecil demi menambah pendapatan di tengah pandemi ini.

“Rakyat patut diberikan uang bansos bukan sembako. Nanti bagi keluarga yang punya diabetes dia tidak makan beras dan juga ini membuat megap-megap warung tetangga dan pasar tradisional,” imbuhnya.(qq)

Anda mungkin juga berminat