Inilah Terobosan Klinik Nyeri RSUD Cibinong

116

CIBINONG (Garudanews.id) – Nyeri dapat menimpa siapa saja tanpa memandang usia, jenis kelamin maupun status sosial. Tahukah anda, bahwa rasa nyeri pada tubuh dalam waktu lama memerlukan penanganan khusus dan rasa nyeri berkepanjangan selain dapat menimbulkan gangguan rasa nyaman, juga dapat mengganggu mood, menghambat aktifitas serta dapat menyebabkan depresi sehingga mampu menurunkan produktifitas dan kualitas hidup?

Klinik nyeri atau nama lain dari pain center RSUD Cibinong kini hadir sebagai solusi yang dapat membantu masyarakat dalam mengatasi sakit nyeri melalui prosedur yang aman dan nyaman dengan menggunakan metode paling mutakhir. Klinik nyeri yang berlokasi di jalan. KSR Kusmayadi ini adalah klinik yang berfokus pada manajemen nyeri akut, nyeri kronis juga nyeri yang diakibatkan oleh penyakit kanker.

Dr. Arief Kurniawan, selaku dokter Spesialis Anastesi di RSUD Cibinong menjelasakan beberapa keluhan nyeri yang dapat ditangani di RSUD CIBINONG Cibinong meliputi nyeri seluruh kepala atau satu sisi, nyeri wajah, nyeri leher yang menjalar ke tangan, bahu, nyeri pergelangan tangan dan atau kaki, punggung bawah, nyeri sendi, syaraf terjepit, nyeri kanker dan masih banyak keluhan nyeri lainnya.

Teknologi mutakhir yang digunakan untuk mengatasi nyeri adalah dengan terapi Interventional pain management yang berfungsi mengelola dan mengurangi rasa nyeri tanpa operasi. Teknik ini dilakukan oleh dokter spesialis yang ahli di bidangnya melalui peralatan canggih dengan bermacam jenis terapi seperti Radiofrequency Ablation, Radiofrequency Stimulation, Sympatethic Block & Ablation, Epidurolisis, Regenerative Therapy, Musculosceletal Injection, Nerves Block and Neurolysis.

Dalam penuturan dokter Arief, selama menjalani praktek banyak ditemui pasien datang dengan keluhan frozen shoulder (kaku bahu) akibat cedera kerja dan menyebabkan nyeri sehingga tidak berani bergerak dalam waktu lama karena terjadinya peradangan di kapsul sendi (sendinya merekat).

“Sebelum dilakukan intervensi nyeri, pasien menjalani fisioteharapi sampai berkali kali namun tidak kunjung sembuh. Setelah dilakukan intervensi nyeri, rasa nyerinya akan hilang dan bila dilanjutkan dengan fisiotherapi akan memberikan hasil maksimal,” kata dokter Arief.

Selain itu, ia juga pernah menangani pasien kanker dalam kondisi kesakitan hebat sehingga tidak berani beranjak dari tempat tidur yang mengakibatkan kualitas hidupnya menurun drastis.

Setelah dilakukan intervensi nyeri, pasien dapat kembali berani beraktifitas, dapat bangun dari tempat tidur, jalan, makan minum dan sebagainya, meskipun itu tidak untuk mengobati penyakit kankernya.

“Dari berbagai macam kasus yang pernah ditanganinya, terdapat satu kasus menarik yang dapat kita jadikan pembelajaran. Belakangan, ditemui pasien dengan keluhan osteosarcoma femur atau  jenis kanker yang paling umum pada tulang. Pasien sudah tiga minggu sulit tidur dan tidak mau makan karena kesakitan teramat hebat pada tulang paha. Kemudian, setelah dilakukan intervensi nyeri, pasien dapat tidur nyenyak dan  mau makan normal” ungkap dokter arief.

Dokter Arief berharap, dengan hadirnya klinik nyeri di RSUD Cibinong diharapkan mampu menjadi penyedia layanan kesehatan pilihan masyarakat dalam mengatasi nyeri. Dengan penanganan nyeri yang memadai, selain mampu menekan biaya pengobatan, juga dapat meningkatan kualitas hidup pasien di Kabupaten Bogor pada umumnya. (Dod/Adv)

Anda mungkin juga berminat