Literasi Teknologi SDM Pengajar di Tengah Pandemi Dinilai Belum Sepenuhnya Siap

118

BOGOR (Garudanews.id) – Pada masa pandemi, institusi pendidikan diapaksa merubah metode pembelajaran dari metode tatap muka yang konvensional menjadi metode virtual. Beberapa strategi perlu dipersiapkan institusi pendidikan untuk bersiap masuk fase new normal agar setiap institusi pendidikan tetap siap mencetak sumber daya manusia yang berkualitas di tengah pandemi wabah Covid-19 ini.

“Ada dua hal yang bisa dievaluasi dari perubahan ini, pertama literasi teknologi dari SDM pengajar maupun peserta didik yang belum sepenuhnya siap, meski demikian dalam era ini mereka dituntut adaptif maupun inovatif. Jujur ini memang tidak mudah sehingga yang terjadi adalah beragamnya metode pembelajaran yang kerap membingungkan para peserta didik,” tandas Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Budaya (FISIB) Universitas Pakuan Bogor Agnes Setyowati H, Rabu (1/7/2020) dalam dialog Radio Tegar Beriman (Teman) 95,3 FM.

Saat ini, lanjut Agnes, tantangan terbesarnya adalah kualitas SDM pengajar dan peserta didik yang harus adaptif dan inovatif, dan memiliki literasi teknologi yang memadai.

“Sebetulnya tidak semua, ada juga tenaga pengajar yang sudah menguasai teknologi informasi, demikian juga dengan para peserta didik,” terangnya.

Kemudian kedua, tambah Agnes, metode pembelajaran virtual yang efektif ini belum terbentuk secara sempurna. Kita terus mendisain metode pembelajaran virtual yang efektif untuk mencetak SDM yang berkualitas. Kita juga ditantang untuk menyusun kurikulum yang disesuaikan dengan kondisi yang sesuai saat ini.

“Idealnya, institusi pendidikan harus tetap menyelenggarakan kegiatan pendidikan dengan baik hanya saja dengan media yang berbeda dari konvensional ke virtual. Bahkan sekarang perlu ada strategi khusus dalam menyelenggarakan proses belajar mengajar, jadi strategi pembelajaran daring ini selain harus mempersiapkan platform virtual atau e-learning yang mudah diakses baik oleh pengajar maupun peserta didik,”jelas Agnes.

Lebih lanjut Agnes mengatakan, ada komponen-komponen penting yang harus ada di dalam pembelajaran tersebut, baik dari sisi materi, bahan ajar dapat disajikan kepada peserta didik dengan baik dalam bentuk yang menyesuaikan dengan platform e-learning nya, misalnya ada video, dan lain-lain. Juga tentunya ada forum diskusi juga dalam proses pembelajaran karena itu adalah bagian penting dari proses belajar mengajar.

“Unsur kolaboratif dan nteraktif antara pengajar dan peserta didik harus ada agar kegiatan belajar mengajar tidak berjalan satu arah. Dengan kata lain paradigma Student Centered Learning tetap diterapkan dalam kelas daring,” kata Agnes. (Dod)

Anda mungkin juga berminat