Pendidikan Karakter Terkendala, NEC Gelar Webinar Be A Greta Leader

186

BOGOR (Garudanews.id) – Pandemi virus Corona atau Covid-19 yang melanda Indonesia, membuat kegiatan belajar mengajar (KBM) siswa di tingkat SMP, SMA/SMK tidak berjalan sesuai program yang sudah direncanakan.

Sehingga membuat Nazmin Education Centre (NEC) yang ada di bawah naungan Yayasan Khazaniah Nazmin menggelar Webinar Be A Great Leader dengan tema ‘Perspektif Kepemimpinan OSIS Dalam Optimalisasi Kegiatan Sekolah Pada Masa Pandemi Covid-19.

“Kami sengaja mengundang 345 peserta dari kalangan ketua/pengurus OSIS SMA/SMK  pembina kesiswaan, waka kesiswaan sejabodetabek untuk menyumbangkan pemikiran solutif dan inovatif,” kata Pendiri NEC, H Mamat Ruhimat via press realisnya kepada garudanews.id, Selasa (7/7/2020).

Menurut Mamat, perkembangan globalisasi sangat berdampak terhadap perubahan berbagai aspek kehidupan masyarakat, termasuk di dunia pendidikan.

“Jadi dari tingkat dasar, menengah sampai perguruan tinggi  merasakan dampaknya sehingga proses KBM diliburkan. Ya otomatis proses pembentukan karakter dan potensi diri siswa dilakukan melalui daring yang didampingi orangtua,”tutur Mamat.

Kata Mamat, kegiatan ekstrakurikuler seperti OSIS, Pramuka, PMR dan Paskibra merupakan pembelajaran yang berkarakter dan berwawasan luas sehingga akan menghasilkan generasi penerus bangsa yang unggul dan berkualitas dimasa datang.

“Ya dengan adanya fenomena saat ini, semua kegiatan sekolah via daring WFH/HL tidak berjalan dengan baik atau tidak dijalankan sesuai rencana,” ucapnya.

Keynote Speaker H Fadli Zon menyampaikan bahwa, dirinya merasa senang berada ditemgah anak anak muda.

“Ya seperti di forum ini karena bagi saya pribadi merasa takjub dan optimisme karena sebagaimana dibentangkan oleh sejarah bahwa orang besar banyak mulai membuat kejutan dan catatan perannya dalam sejarah,” katanya.

Sementara Pengawas SMK Kantor Cabang Dinas (KCD) Pendidikan Wilayah 1 Provinsi Jawa Barat, Dina Martha Treswati mengatakan, peran OSIS di era new normal dapat dimulai dari program kegiatan yang disesuaikan dengan kondisi pandemi covid-19.

Di mana kesehatan anggota OSIS lebih utama sehingga dengan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) dan mengikuti sosialisasi protokol kesehatan.

“Jadi untuk kondisi saat ini kegiatan OSIS dapat dilakukan melalui daring sehingga harus memaksimalkan gerakan digital dengan mengginakan digital secara bijak.

Turut hadir Ketua Pengawas Provinsi Jabar Rahman ST, Wakil Sekretaris LP Nurkholis, PWNU DKI Jakarta Ma’arif.

“OSIS juga harus kreatif dengan kegiatan yang disesuaikan program sekolah, seperti melakukan gerakan bakti sosial untuk masyarakat sekitar yang terdampak pandemi covid-19. Sehingga peranan OSIS cukup bermakna,”ulas Dina. (Ded)

Anda mungkin juga berminat