KPK Kembali Periksa 3 Saksi Terkait OTT Suap Pembangunan Jalan Muara Enim

112

SUMSEL (Garudanews.id) – Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali memeriksa tiga orang saksi terkait operasi tangkap tangan (OTT) suap pembangunan jalan di Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan. Pemeriksaan dilakukan di Polda Sumsel, Kamis (6/8/2020).

Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Supriadi mengungkapkan, penyidik meminjam pakai ruang Ditreskrimsus Polda Sumsel. Ketiga saksi adalah staf Bidang Pembangunan Jalan dan Jembatan Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR) Muara Enim Yuda Mandala Putra dan Zulkifli, serta Kasi Peningkatan Jalan dan Jembatan PUPR Muara Enim, Faisal Roman.

“Benar, KPK meminjam ruangan kami untuk pemeriksaan tiga saksi kasus OTT Muara Enim,” ungkap Supriadi, Kamis (6/8/2020).

Dari informasi yang diterimanya, ketiga saksi dimintai keterangan untuk melengkapi berkas perkara tersangka Ramlan Suryadi yang sebelumnya menjabat Plt Kadis PUPR Muara Enim. Ramlan terseret kasus OTT proyek pembangunan jalan yang sebelumnya melibatkan mantan Bupati Muara Enum Ahmad Yani, PPK Dinas PUPR Muara Enim Elfin Muchtar dan penyuap Robi Okta Fahlevi yang merupakan pemilik PT Enra Sari selaku pemenang lelang proyek.

“Untuk teknisnya saya tidak tahu karena Polda Sumsel hanya dijadikan tempat pemeriksaan saja, KPK yang tahu,” pungkasnya, dikutip dari merdeka.

Sekitar dua bulan lalu, KPK juga memeriksa empat saksi dalam kasus yang sama di Mapolres Muara Enim. Keempat saksi adalah AR (Kasi Perencanaan Teknis Tata Bangunan dan Jasa Konstruksi Dinas PUPR Muara Enim, RR (Kabid Tata Bangunan dan Jasa Konstruksi Dinas PUPR Muara Enim, MY (staf Dinas PUPR Muara Enim), dan MB (Kabid Air Minum dan Penyehatan Lingkungan Dinas Perumahan dan Pemukiman Muara Enim).

KPK menetapkan Plt Kepala Dinas PUPR Muara Enim Ramlan Suryadi dan Ketua DPRD Muara Enim Aries HB sebagai tersangka kasus dugaan suap proyek-proyek di Dinas PUPR Muara Enim Tahun 2019. Keduanya dijerat sebagai tersangka berdasarkan pengembangan kasus yang telah menjerat Bupati nonaktif Muara Enim Ahmad Yani, Kepala Bidang Pembangunan Jalan dan PPK Dinas PUPR Kabupaten Muara Enim Elfin Muhtar dan bos PT Enra Sari, Robi Okta Fahlefi.

Kasus ini bermula saat Dinas PUPR Muara Enim hendak melaksanakan pengerjaan pembangunan jalan pada tahun 2019. Untuk mendapatkan pekerjaan tersebut, Robi Okta diduga memberikan suap kepada beberapa pihak.

Selain kepada Ahmad Yani yang merupakan Bupati Muara Enim, Robi Okta diduga memberikan uang suap sebesar Rp3,031 miliar dalam kurun waktu Mei hingga Agustus 2019 kepada Aries HB.Pemberian ini diduga berhubungan dengan commitment fee perolehan Robi Okta atas 16 paket pekerjaan di Muara Enim.

Sementara Ramlan Suryadi diduga menerima suap dari Robi sebesar Rp1,115 miliar. Selain itu Robi juga diduga memberikan satu unit telepon genggam merk Samsung Note 10 kepada Ramlan. Atas tindak pidana yang diduga dilakukannya, Aries dan Ramlan disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 11 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP Juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP.(qq)

Anda mungkin juga berminat