Pemkab Bogor Didesak Bongkar Bangunan Dijadikan Tempat Prostitusi

142

BOGOR (Garudanews.id) – Di tenggah Covid 19 Bupati Bogor Ade Yasin, mengeluarkan PERBUP No 42 Tahun 2020 Tentang Pembatasan Sosial Sekala Besar (PSBB) hingga penegakkan Perda.

Di antaranya, melakukan razia terhadap tempat hiburan malam. Terutama di lokasi sarang maksiat yang kerap dijadikan mangkalnya perempuan pemuas lelaki hidung belang.

Di kawasan tersebut Satpol PP Pemkab Bogor selalu rutin merazia. Baik itu penyakit masyarakat maupun razia minuman beralkohol.

Menurut sumber garudanews yang enggan disebut identitasnya, surat edaran mengenai pembongkaran lokalisasi sudah dikeluarkan. Namun sayangnya pemilik warung remang-remang di sejumlah kawasan Kabupaten Bogor sepertinya tidak mau menghiraukan edaran tersebut.

Menyikapi persoalan tersebut, Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Pengembangan Aspirasi Rakyat (PAR) Khotman Idris menyangkan pihak penegak hukum dan penegak Perda kurang tegas dalam meberantas Pekat di Kabupaten Bogor.

“Pengawasan Perda, seperti tipiring seharusnya mementingkan kepentingan umum. Karena dampak negatif bagi generasi muda sangat berbahaya,” ujar dia, Selasa (4/8/2020).

Idris mengatakan, seharusnya tindak tegas pelaku tipiring dan pekat. Bila perlu dibongkar. Sebab, kata dia, setidaknya ada lebih sebelas bangunan yang diduga sebagai sarang maksiat.

“Bila tidak segera ditindak dikhawatirkan akan dimanfaatkan oleh oknum yang tidak bertanggungjawab. Selain itu dampaknya sangat menggangu kepentingan umum,” tegasnya. (Dod)

Anda mungkin juga berminat