Sempat Ricuh, Relokasi Pasar Jatiasih Berlangsung Kondusif Di Bawah Pengawasan Petugas Gabungan

368

BEKASI, (Garudanews.id) – Relokasi pasar Jatiasih berjalan dramatis dan disertai dengan kericuhan. Beberapa pedagang yang enggan dipindah ke pasar sementara terlibat adu mulut dengan petugas satpol PP dan sempat mengejar Dirut PT. Mukti Sarana Abadi (MSA) Rudi Rosadi di pasar Jatiasih pada Senin (31/08).

Insiden tersebut terjadi ketika sejumlah pedagang yang mayoritas kaum ibu dengan membawa kertas berbagai tulisan menghampiri Rudi ketika proses relokasi seraya berteriak.

Sebanyak 300 personil gabungan dari Polres Metro Bekasi Kota, Kodim 0507/Bks dan Satpol PP turut mengamankan jalannya relokasi dan pemasangan pagar proyek pasar Jatiasih.

Nampak juga Kabag OPS Polres Metro Bekasi Kota Kompol. Wisnu Wardana dan Kasubbag Humas Polres Metro Bekasi Kota Kompol. Erna Ruswing Andari. Mobil komando dan Polwan pun ikut diterjunkan dalam kegiatan itu.

“Kita sudah siapkan semua sebanyak 300 personil gabungan untuk mengamankan jalannya relokasi ini,” kata Kabag OPS Kompol. Wisnu Wardana.

Sebelum melakukan pengamanan, apel digelar tidak jauh dari lokasi pasar dengan didampingi Camat Jatiasih Mardiana serta jajarannya. Tidak lama berselang, Wakapolres Metro Bekasi Kota AKBP Alfian Nurrizal juga nampak hadir dalam proses relokasi tersebut untuk menenangkan para pedagang yang melalukan protes.

Proses relokasi dan pemasangan pagar proyek pasar Jatiasih sendiri berlangsung kondusif, walaupun beberapa insiden kecil sempat terjadi ketika para pedagang yang di dominasi ibu-ibu menghampiri Dirut PT. MSA Rudi Rosadi selaku pengembang. Akibatnya, ricuh dengan pihak pengambang sempat terjadi namun tidak berlangsung lama.

Sekedar diketahui, relokasi dan pemasangan pagar proyek dilakukan karena pasar Jatiasih dalam masa lelang eks bangunan. Bangunan lama tersebut nantinya akan dirobohkan sebelum dilakukan revitalisasi kembali.

Para pedagang di pasar tersebut dipindahkan sementara di TPS yang lokasinya tidak jauh dari pasar Jatiasih. Namun, beberapa pedagang merasa keberatan dengan uang muka atau DP yang ditetapkan oleh pihak pengembang sehingga protes terjadi. (Mam)

Anda mungkin juga berminat