Banyak Cakada Langgar Protokol Kesehatan Saat Mendaftar ke KPU

110

JAKARTA (Garudanews.id) – Banyaknya calon kepala daerah (Cakada) yang akan ambil bagian pada Pilkada 2020 dinilai tidak memperhatikan protokol kesehatan ketika melakukan proses pendaftaran ke Komisi Pemilihan Umum (KPU).

“Sangat disayangkan, banyak calon kepala daerah yang mendaftar ke KPU tidak mempertimbangkan protokol kesehatan. Dari berbagai foto dan video yang tersebar di internet, arak-arakan ataupun kerumunan massa tanpa masker masih terjadi saat mengantarkan pendaftaran paslon ke KPU setempat,” kata Anggota Komisi IX DPR RI Netty Prasetiyani Aher dalam keterangan persnya, Senin (7/9/2020).

Netty mengkhawatirkan, arak-arakan dan kerumunan yang terjadi saat mengantar paslon ke KPU justru akan menjadi klaster baru penularan Covid-19. “Apakah massa pendukung sudah semuanya dites bebas Covid? Tidak ada jaminan kan?  Saya khawatir ini menjadi klaster baru, karena massa berkerumun dan tidak menjaga jarak aman,” sesalnya.

Apalagi, lanjut Netty,  dari data yang disampaikan KPU, ada 37 orang calon kepala daerah yang positif Covid-19. Oleh karena itu harus ada aturan yang jelas dan tegas dari KPU maupun Bawaslu agar masing-masing paslon menaati protokol kesehatan mulai sekarang hingga masa kampanye dan pencoblosan nanti. Aparat di lapangan juga harus tegas menindak jika ada paslon yang tidak menaati protokol kesehatan.

Legislator Fraksi PKS itu mengakui memang sulit mengatur massa yang ingin menunjukkan dukungan pada paslon. “Kadang mereka datang tanpa diminta. Oleh karena itu, para paslonlah yang harus menghimbau dan menganjurkan agar massanya memperhatikan keselamatan dengan mematuhi protokol kesehatan. Para cakada juga harus jadi role model bagi para pendukungnya dengan tetap menggunakan masker, jaga jarak dan rajin mencuci tangan pakai sabun,” imbau Netty.

Netty juga mengingatkan agar para cakada memahami bahaya pandemi dan tidak menganggap remeh Covid-19 juga selalu memperhatikan keselamatan massa yang terlibat sebagai tim sukses, pendukung atau pemilih.

“Deklarasi dan kampanye cakada nantinya harus mematuhi protokol kesehatan atau dilakukan secara virtual dengan memanfaatkan teknologi digital. Sudah seharusnya para calon pemimpin sayang dan peduli kepada masyarakat yang akan dipimpinnya. Jaga agar rakyat tetap sehat,” pungkasnya.

 

Anda mungkin juga berminat