Dinilai Gagal Mengurus Kementerian BUMN, Erick Thohir Didesak Mundur

132

PRINGSEWU (Garudanews.id) – Jajaran Pemuda Cinta Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) Pringsewu, menilai Erick Thohir telah agal dalam menjalankan Amanat Rakyat indonesi

Melalui Juru bicaranya, jajaran pemuda Cinta NKRI Pringsewu, Bennur, menyatakan kekecewaanya.Sebab, kata dia, sebagai menteri BUMN dan Ketua Pelaksana Komite Pemulihan Ekonomi Nasional serta Penanganan Covid 19, Erick Thohir dinilai gagal total.

Pasalnya, lanjut Benur, 4.000 lebih pekerja BUMN di PHK, sementara ratusan karyawan gajinya tidak dibayar. Bahkan Ribuan karyawan BUMN yang masih bekerja, gajinya dipotong. Belum lagi, kerugian pada BUMN.

“Seperti Pertamina rugi Rp 11 triliun, laba PGN ambruk 87%, Garuda rugi Rp10 triliun, PT KAI rugi Rp1,3 triliun, Antam, PLN, Angkasa Pura 1 dan 2, E-Comerce Blanja.com ditutup,” ujar Bennur kepada wartawan di Pringsewu, Kamis (24/9/2020).

Kegagalan Erick Thohir memimpin BUMN semakin sempurna dengan bertambahnya utang BUMN dan di bentuknya struktur jabatan yang tidak efisien dan boros. Seperti Staff Khusus Direksi bergaji Rp50 juta perbulan dengan jumlah yang sangat mungkin mencapai ribuan orang, Advisor yang konon di gaji Rp25 juta perbulan dengan jumlah yang juga bisa mencapai ribuan orang.

“Penempatan ribuan Direksi dan Komisaris yang tidak transparan dengan penilaian kemampuan yang sangat subjektif serta beraroma koncoisme juga memperparah kondisi BUMN serta membuat BUMN semakin tidak profesional,” tandas Bennur.

Selain itu, kata Bemnur, rangkap jabatan di masa Erick Thohir yaitu 564 orang meningkat 100% dibanding era Dahlan Iskan yaitu 271 orang dan meningkat 150% dibanding era Rini Soemarno yaitu 222 orang.

“Padahal, rangkap jabatan ini bertentangan dengan 7 UU dan 2 Peraturan Pemerintah yaitu Pasal 17 Huruf a Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2008, Pasal 17 Huruf a Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2008, UU No. 19 Tahun 2003 tentang BUMN, khususnya Pasal 33, UU No. 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN), khususnya Pasal 5 ayat (2) huruf (h), UU No. 30 Tahun 2014 tentang Administrasi Pemerintahan, khususnya Pasal 42-43, UU No. 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Negara yang Bersih dan Bebas dari Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme, khususnya Pasal 5 poin (6),” katanya.

Selain itu bertentangan dengan UU No.2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia, terutama Pasal 28 ayat (3), PP No. 45 Tahun 2005 tentang Pendirian, Pengurusan, Pengawasan, dan Pembubaran Badan Usaha Milik Negara, terutama Pasal 54 dan PP No. 54 Tahun 2017 tentang Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), khususnya Pasal 48 ayat (1).

Kegagalan Erick Thohir, juga dapat dilihat saat menjadi Ketua Pelaksana Penanganan Covid 19. Korban meninggal akibat Covid 19 berada di angka 4.239 orang dan yang tertular 88.214 orang. 70 hari kemudian, 20 September korban corona meninggal 9.444 orang atau naik 118 %, yang tertular 240.687 orang atau naik 172 %.

Di bidang ekonomi yang menjadi tanggung jawab Erick Thohir sebagai ketuan Pelaksana PEN juga terlihat gagal total.

“Diprediksi dalam 10 hingga 20 hari ke depan Indonesia akan masuk dalam jurang resesi dengan pertumbuhan ekonomi di kisaran minus 7%. PHK masal menurut survey sudah mencapai 29 juta orang, UMKM yang tutup tembus 70%, kemiskinan meningkat hampir 10%.

Bennur pun memprediksi mahasiswa Drop Out sekitar 50% dari total Mahasiswa, pengangguran bertambah, keresahan meningkat, konflik sosial antar kelompok dengan beragam sebab marak di berbagai tempat dan seluruh penjuru Negeri ini.

Lanjut dia, untuk membangun negara dalam situasi Covid 19 ini menjadi sangat gaduh karena langkah langkah Erick Thohir yang melanggar konstitusi, boros, tidak tepat sasaran.

“Untuk itu kami Jajaran Pemuda Cinta NKRI Kabupaten Pringsewu Propinsi Lampung, dan Masyarakat Peduli lainya,” Meminta kepada Erick Thohir, untuk dapat berjiwa Satria dan mendahulukan kepentingan masyarakat dan Negara dengan Mundur dari Jabatanya, karena telah Gagal Total dalam mengemban dan menjalankan Tugas amanah yang diberikan Oleh masyarakat dan Presiden Republik Indonesia,” tegas Bennur ( Dod/Nur )

Anda mungkin juga berminat