Pernyataan Sikap, Sebelas  Pimdes Dikumpulkan Ketua Golkar Suherman

107

PRINGSEWU  (Garudanews.id) –  Sebelas  perwakilan dari pimpinan desa (Pimdes) Partai Golkar Kabupaten Pringsewu, dikumpulkan Ketua Partai Golkar Kabupaten Pringsewu, Suherman didampingi Waka Bidang Kepemudaan Mat Tehek serta Ketua KPPG  Asita Nurgaya menyatakan sikap akan solid dan mensukseskan Musda Partai Golkar yang akan digelar pada bulan September ini.

Pernyataan sikap sebelas  Pimdes ini  berlangsung di Sekretariat DPD II Partai Golkar Pringsewu, Senin (14/9/2020) kemarin.

Pernyataan sikap para pimpinan desa itu di saksikan Ketua DPD II Partai Golkar Pringsewu Suherman, Wakil Ketua Bidang Kepemudaan Mat Tehe sapaan akrab Ahmad Muslim, dan wakil Ketua Bidang Perempuan Asita Nurgaya.

Hal ini seperti yang diutarakan Pimdes Pagelaran Kecamatan Pagelaran, Anjar , bahwa tidak pernah mendengar sekalipun jika Suherman menjadi ketua DPD II Partai Golkar Pringsewu, seluruh Pimdes akan mundur.

“Bahkan di Pagelaran juga tidak di temukan surat pengunduran diri dari pimdes. Kita ingin musda ini mengikuti peraturan AD/ART Partai Golkar,” ungkapnya.

Sementara  Pimdes Pekon Margosari Kecamatan Pagelaran Utara, Sutiyo menyatakan bahwa Pimdes tidak akan melawan AD/ART Partai Golkar. “Kami tetap ikut aturan partai, jadi tidak ada pimdes yang akan mundur apabila Suherman terpilih kembali menjadi ketua,” ungkapnya.

Wakil Ketua Bidang Kepemudaan Mat Tehe disapa akrab Ahmad Muslim meminta seluruh pimpinan desa (Pimdes) dari sembilan kecamatan untuk tetap solid dan bersatu demi kebesaran Partai Golkar.

“Ada musda tidak ada musda kita adalah saudara. Karena , Partai Golkar selalu mengedepankan azas musyawarah mufakat,” ungkap Mat Tehe yang di Amini belasan perwakilan Pimdes dan setuju untuk tetap siap solid di Golkar dan tidak akan mundur dari jabatan Pimdes.

Sementara Ketua DPD II Partai Golkar Suherman menyatakan kehadiran para perwakilan Pimdes dari sembilan kecamatan adalah untuk minta klarifikasi terkait  pemberitaan di media yang menyebutkan para Pimdes akan mundur.

“Saya selaku pimpinan  siap di tugaskan oleh partai politik. Jika saya di perintahkan untuk mundur dari pencalonan ketua DPD II partai Golkar akan saya ikuti, begitu jika di suruh maju ya harus patuh,” ungkapnya.

Diakui Suherman, bahwa jelang musda DPD II Partai Golkar, suhu politik di internal partai berlambang pohon beringin tampak dinamis.

“Sudah jelas jargon partai Golkar mulai dari pusat hingga daerah dalam menentukan pimpinan adalah selalu mengutamakan musyawarah mufakat. Jadi, apa yang di instruksikan DPP Partai Golkar tentang musyawarah dan mufakat harus di ikuti,” tegas dia.

Sementara itu Ketua PK Partai Golkar Kecamatan Pringsewu, Fauzi, mengatakan, kami para PK se Kabupaten Pringsewu siap mensukseskan Musda  II Partai Golkar Kabupaten Pringsewu jika memang pelaksanaan musda digelar sesuai AD ART serta juklak dan juknis.

“Namun apabila para pimpinan DPD Partai Golkar Propinsi Lampung ikut campur tangan dan mengarahkan atau intervensi untuk memilih Suherman dengan tegas kami nyatakan bubarkan saja musdanya, dan kami Tujuh PK  sudah berikrar menolak Suherman,”  ujar Fauzi Ketua PK  Partai Golkar Kecamatan Pringsewu.

 

Sedangkan Vandri Juniarto  Sekretaris PK Partai Golkar Kecamatan Pringsewu menyatakan, mendukung pernyataan Ketua PK Partai Golkar Kecamatan Pringsewu, “Kami ingin perubahan, dan jangan ada campur tangan dari pihak Propinsi untuk memilih Suherman, biarkan mekanisme berjalan sesuai aturan musda,” ujar Vandri Juniarto

Sementara itu Waka Bidang Hukum dan HAM Maringan Sianipar, menegaskan agar kader tidak mbalelo perintah para petinggi Partai Golkar  DPD Propinsi Lampung berkaitan tentang musda Partai Golkar Kabupaten Pringsewu asal perintah itu sesuai mekanisme musda. “Jika perintah itu tidak sesuai musda maka kami mohon maaf, karena musda ini otoritas dari Kabupaten,” ujar Maringan Sianipar. (Dod/Nur)

Anda mungkin juga berminat