Sidak Lahan Rencana Lokasi SMA, Ganjar Ingin SMA Tawangmangu Senyaman Cafe

125

KABUPATEN KARANGANYAR (Garudanews.id) – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meninjau lokasi yang akan dijadikan lahan SMA Tawangmangu. Orang nomor satu di Jateng itu menargetkan bahwa proses pembangunan sekolah dimulai tahun depan.

Ganjar berharap agar sekolah tersebut berberkonsep futuristik, yang tidak melulu berupa ruang-ruang kotak, tapi layaknya taman atau kafe yang nyaman buat “nongkrong”.

Sebagaimana diketahui, di Tawangmangu memang belum satupun SMA negeri berdiri. Maka ketika pendaftaran SMA menerapkan sistem zonasi, orangtua yang anaknya lulus SMP langsung mengadu ke Ganjar. Keputusan praktis pun langsung diambil Ganjar dengan membuka kelas jarak jauh. Dan akan dibangun sekolah di tahun selanjutnya.

“Ini adalah angkatan pertama sekolah jarak jauh di Tawangmangu Karanganyar. Yang saat rekrutmen zonasi di sini tidak ada sekolah negeri. Jadi anak-anak sini tidak ada yang sekolah di SMA negeri,” kata Ganjar, Selasa (1/9/2020).

Sekarang, kata Ganjar, pihaknya mendorong Dinas Pendidikan dan Kebudayaan merespon cepat, di antaranya membuat sekolah jarak jauh di di Tawangmangu yang menginduk di SMA Karangpandan.

“Kita mulai dari sini harapannya tahun depan kita bangun. Kalau kemudian sekolah ini didekatkan dengan kondisi lingkungannya, pertanian di sini bagus, orang bicara tanaman obat-obatan di dekat sini ada,” kata Ganjar.

Ganjar pun langsung meluncur ke Tawangmangu untuk memastikan beberapa lahan yang bakal dijadikan lokasi SMA Negeri Tawangmangu. Salah satunya lahan milik Dinas Pertanian Jateng yang berada di Jalan Grojogan Sewu, Beji Tawangmangu.

“Ini kita sedang memilih lokasi yang bagus yang paling strategis dan nyaman untuk belajar. Jika lahan ini sangat eksotis, di depannya langsung kita bisa melihat Gunung Lawu,” katanya.

Ganjar berharap kelak SMA Negeri Tawangmangu itu memiliki konsep bangunan yang futuristik. Seperti ada beberapa lantai yang bisa digunakan sebagai ruang kelas, labotatorium dan juga ruang pengembangan diri.

“Saya pengin sih agar anak-anak nyaman belajar di sini. Kalau perlu seperti taman atau cafe. Nanti kita tanyakan atau kalau perlu kita lombakan agar para arsitek bisa mendesain dengan baik,” katanya. (Cj)

Anda mungkin juga berminat