Kader Golkar Minta DPP Tidak Pelihara Konflik

122

JAKARTA (Garudanews.id) – Konflik di internal Partai Golkar Kota Bekasi hingga saat ini belum juga ada penyelesaian. Bahkan sejumlah kader partai berlambang pohon berigin itu bertanya-tanya terkait keseriusan Mahkamah Partai (MP) Golkar untuk mencari titik temu soal tudingan penjualan gedung Golkar lama yang terletak di Jalan Ahmad Yani Kota Bekasi.

“Padahal kader Golkar berharap Mahkamah Partai dapat menyelesaikan konflik di internal Golkar Kota Bekasi ini dengan cepat. Tapi sejak penundaan Musda Golkar yang sedianya dilaksanakan pada 5 Agustus lalu hingga saat ini tidak ada progres yang berarti kapan Musda digelar,” ujar salah satu pengurus Golkar yang enggan disebutkan identitasnya menjawab pertanyaan wartawan di Bekasi, Sabtu (17/10/2020).

Menurut dia, DPP Golkar saat ini sepertinya lebih suka memelihara konflik dibanding menyelesaikan persoalan dengan jalur organisasi, sebagaimana senior keluarga besar Partai Golkar terdahulu yang lebih berkompromi guna menjaga marwah partai.

“Padahal, persoalan penjualan gedung Golkar, kedua belah pihak, baik kubu yang mempersoalkan penjualan gedung maupun kubu Rahmat Effedi masing-masing sudah memberi argumentasi yang gamblang. Kenapa hingga saat ini DPP Golkar seolah abai terhadap  surat yang dilayangkan oleh kedua belah kubu tersebut,” katanya.

Pihaknya juga mengaku miris dengan perseteruan di internal Golkar yang belum ada titik temu. Sementara itu, persoalan konflik Golkar bukan hanya di Kota Bekasi, tapi di sejumlah daerah perseteruan di internal Golkar juga masih menyeruak.

“Kalau di tingkat DPP sudah tidak lagi memandang penyelesaian konflik Golkar itu sebagai prioritas utama, maka jangan harap suara Golkar pada Pileg 2024 mendatang bertahan di posisi tiga besar. Bahkan bisa disalip oleh partai pendatang baru,” imbuh dia.

Terlebih, kata dia, dengan dukungan  Partai Golkar terhadap lahirnya undang-ungdang Omnibus Law cipta kerja membuat partai yang saat ini digawangi oleh Airlangga Hartarto itu kurang mendapat simpati publik.

Pada kesempatan itu, pria yang berkarier politik yang diwarisi oleh orang tuanya itu, mengancam jika konflik Golkar tidak ada titik temu dan DPP Golkar haya mencari alsan yang tidak masuk akal, ia akan akan pindah gerbong ke partai lain guna menyusun kekuatan untuk Pemilu 2024 mendatang.

“Kami bigung, Partai Golkar merupakan partai tertua di negeri ini tapi konflik kepentingan personalnya sangat kental. Dan kalau persoalan konflik ini tidak ada penyelesaian, kami terpaksa akan pindah gerbong ke partai lain,” tandasnya. (Man)

 

 

Anda mungkin juga berminat