Mayjend TNI Tugas Ratmono dan Misi ‘Perang’ di Wisma Atlet

120

JAKARTA (Garudanews.id) – Keterlibatan TNI dalam penanganan Covid-19 menunjukkan keseriusan negara dalam ‘perang’ melawan virus tersebut. Keseriusan TNI itu antaralain tampak di Rumah Sakit Darurat Covid-19 Wisma Atlet.

Kesuksesan RSDC Wisma Atlet tak lepas dari sosok Mayor Jenderal TNI Tugas Ratmono. Penunjukkan Mayor Jenderal TNI Tugas Ratmono sebagai Koordinator RSDC Wisma Atlet tentu sudah memperhitungkan berbagai hal dalam pertempuran melawan virus Corona.

Ia memiliki segudang pengalaman yang tak perlu diragukan. Mayjen Tugas Ratmono kini masih menjabat sebagai Kepala Pusat Kesehatan TNI. Sebelumnya ia bertugas sebagai Kepala Pusat Kesehatan TNI AD. Pengalaman tempur didapatnya saat bertugas di satuan Kostrad Batalyon Lintas Udara 431/K-SSP, Brigif 3, Kariango, Makassar.

Dalam tataran operasional pelayanan kesehatan rumah sakit, Mayjen TNI Tugas Ratmono sudah malang melintang bertugas di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto.

Rumah sakit  yang berdiri sejak Oktober 1936 ini adalah rumah sakit rujukan tertinggi bagi rumah sakit TNI di seluruh penjuru Nusantara.  Di RSPAD, Mayjen Dr  dr Tugas Ratmono pernah menjabat sebagai Ketua Komite Medik.

Dari sisi strategis dan intelektual, Mayjen Tugas pernah menjabat direktur Pembinaan dan Pengembangan (Dirbinbang) RSPAD Gatot Subroto. Pria asal Kebumen-Jawa Tengah ini juga pernah bertugas sebagai Kepala Departemen Saraf.

Dari sisi akademis, Mayjen TNI Tugas meraih gelar dokter dari Fakultas Kedokteran UGM. Spesialis saraf diperolehnya dari Fakultas Kedokteran UI tahun 2002. Sedangkan gelar Doktor disabet dari Paska Sarjana Universitas Hasanuddin tahun 2016.

Gelar MARS (Magister Administrasi Rumah Sakit) diperolehnya dari Universitas Respati Indonesia tahun 2015. Mayjen Tugas Ratmono  menyandang gelar Magister Hukum Paska Sarjana UPN Veteran Jakarta.

Prestasi mentereng juga dimiliki Letkol Laut drg. Muhammad Arifin SpOrt, M Tr Opsla yang kini dipercaya menjadi Komandan Lapangan RSDC Wisma Atlet Kemayoran. Komandan Batalyon Kesehatan I Marinir Cilandak ini sudah diterjunkan negara dalam penanggulangan Covid-19 saat virus ini mulai merebak di dunia.

Lulusan Fakultas Kedokteran Gigi Unpad ini terlibat langsung saat evakuasi 245 warga Indonesia dari Kota Wuhan, China, kota pertama kali Covid-19 menggegerkan dunia. Kemudian ia dilibatkan saat memindahkan 188 WNI ABK kapal World Dream ke KRI Suharso di Kepulauan Riau dan mereka selanjutnya di karantina di RS Corona Pulau Galang, dikabarkan dari republika.(qq)

Anda mungkin juga berminat