Kemenangan Joe Biden Dinilai Dapat Perbaiki Hubungan AS dengan Dunia Islam

130

JAKARTA (Garudanews.id) –  Kemenangan Joe Biden dalam Pemilihan Presiden Amerika Serikat (AS) belum lama ini, disambut positif sejumlah kalangan. Bahkan sejumlah pihak memprediksi kemenangan politisi Demokrat itu membuat hubungan AS dengan umat Islam membaik.

Seperti diungkapkan  mantan Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serikat (AS) Dino Patti Djalal. Ia memprediksi hubungan AS dan umat Muslim dunia kian membaik usai terpilihnya Joe Biden menjadi Presiden.

Mantan Wakil Menlu itu mengatakan, Biden dari Partai Demokrat itu memiliki karakter kepemimpinan yang jauh berbeda dengan Donald Trump.

“Saya ingin mengatakan bahwa ini momen yang baik bagi hubungan AS dengan komunitas Muslim,” kata Dino Patti Djalal, Senin (16/11/2020).

Ia menjelaskan, salah satu alasan mengapa prediksi tersebut muncul didasarkan pada sikap Joe Biden saat kampanye di hadapan umat Muslim AS. Bahkan, dalam kesempatan itu Joe Biden mengutip ayat Al-Quran yang menjadi pedoman mutlak umat Muslim.

“Sikap itu, menjadi kontras dengan karakter Donal Trump yang teramat sensitif kepada kelompok Muslim di Amerika Serikat. Joe Biden cenderung ingin menampilkan sikap yang akomodatif terhadap semua golongan termasuk minoritas Muslim di negeri Paman Sam itu,” ujarnya.

“Kedua, dia tentu sangat peka terhadap kepentingan umat Islam dan dunia Islam. Karena dia mantan Wapresnya Presiden Obama,” tambahnya.

Melansir laman Nuonline, menurut Dino, Presiden Obama beberapa kali menegaskan keinginannya merangkul dunia Islam. Pidato itu disampaikannya di hadapan umat Muslim Mesir, Turki dan Indonesia.

“Jadi, Obama administration memang secara sistematis berusaha memperbaiki hubungan dengan Islamic World dan Biden bagian dari itu,” tuturnya.

Meski begitu, dia tidak yakin upaya merangkul dunia Islam oleh AS berjalan mulus. Ada potensi beberapa negara Islam menolak hal ini seperti negara-negara di Timur Tengah.

“Saya juga sangat meragukan Presiden Joe Biden mendorong perdamaian Israel Palestina. Kenapa? Karena sekarang prioritasnya adalah jobs, pemulihan ekonomi dan juga melawan Covid-19,” pungkas Dino. (Sgy)

 

Anda mungkin juga berminat