Akbari 1978 Galang Dukungan Untuk Tangguhkan Penahanan Mantan Danjen Kopassus

274

JAKARTA (Garudanews.id) – Penahanan mantan Danjen Kopassus Mayjen (Purn) Soenarko  yang saat ini dititipkan di Rumah Tahanan Militer Guntur, Jakarta Selatan, mendapatkan keprihatinan dari alumni Akademi Angkatan Bersenjata (Akabri) angkatan 1978.

Mantan orang nomor satu di pasukan elit Angkatan Darat itu saat ini mendapatkan banjir dukungan. Bahkan kolega satu angkatannya tengah menggalang untuk meminta penangguhan penahanan.

Seperti, pada Senin kemarin (3/6) Soenarko dikunjungi dua teman satu angkatannya di Akabri. Keduanya adalah mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Letjen (Purn) Marciano Norman dan mantan Waka Polri Komjen (Purn) Nanan Soekarna.

Surat permintaan penangguhan penahanan bagi Soenarko akan diserahkan kepada Menkopolhukam Jenderal (Purn) Wiranto sesegera mungkin.

Demikian disampaikan mantan Perwira Pembantu Madya (Pabandya) Kodam Iskandar Muda, Kolonel (Purn) Sri Radjasa Chandra dalam perbincangan beberapa saat lalu (Selasa, 4/6). Sri Radjasa Chandra kemarin juga menjenguk Soenarko di RTM Guntur.

“Mereka sedang menyiapkan surat yang berisi pernyataan bersama angkatan 78 yang ditujukan kepada Menkopolkam guna mendapat penangguhan,” ujar Sri Radjasa Chandra.

Sri Radjasa Chandra adalah pihak pertama yang menjelaskan kepada publik bahwa tuduhan penyelundupan dan makar itu tidak benar.

Radjasa mengetahui riwayat senjata yang dituduhkan tersebut. Dialah yang menerima senjata itu dari mantan kombatan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) saat masih aktif bertugas di Kodam Iskandar Muda dan selanjutnya menyerahkan senjata-senjata itu kepada Pangdam Iskandar Muda ketika itu, Soenarko.

“Kami berharap Pak Soenarko bisa sesegera mungkin dibebaskan dari segala tuduhan dan dilepaskan dari rumah tahan,” demikian Radjasa.

Sebelumnya, pria kelahiran Medan, 1 Desember 1953, yang mendapatkan Satya Lencana Seroja dan Satya Lencana  Dwidya Sistha itu dituduh menyelundupkan senjata dan terlibat dalam upaya makar terhadap pemerintahan yang sah. Aksi makar yang dituduhkan konon akan dilakukan bersamaan dengan aksi damai menolak hasil pilpres 2019. (Red)

Anda mungkin juga berminat

Tinggalkan tanggapan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.