Dinilai Langgar Aturan, Surat Rekomendasi KPA Ditolak Wali Kota Bekasi

0
111
Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi.

BEKASI (Garudanews.id) – Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi akhirnya menolak permohonan hasil rapat  Komisi  Penanggulangan Aids (KPA).

Penolakan rekomendasi tersebut oleh Wali Kota Bekasi bukan tanpa alasan. Sebab, permohonan hasil rapat dinilai telah melanggar Perwal No 2 2017 Tantang KPA.

“Setelah saya pelajari, jelas melanggar ketentuan yang ada. Makanya saya pulangkan,” kata Pepen sapaan akrab Rahmat Effendi usai copy morning yang digelar pemerintah dengan awak media, Jumat (7/12).

Senada dikatakan wakil ketua 2, Tanti Rohilayati. Tanti mengaku, jika dirinya tidak mengetahui ada rapat yang digelar yang memunculkan 9 nama kandidat untuk calon Sekretaris 2 dalam kepengurusan KPA. Kendati dari dinas yang dipimpinnya hadir dalam rapat.

“Itu tidak dibenarkan dan menyalahi Perwal no 2 tahun 71 tahun 2017 karena harus dibentuk tim panitia seleksi (Pansel) terlebih dahulu. Saya akan cek siapa penyelenggaranya,” ucap Tanti.

Pelanggaran pelaksanaan rapat yang digelar di ruangan Asda II, pada tanggal 22 Nopember dengan melanggar Perwal juga terjadi, dengan tidak hadirnya unsur media karena tidak adanya undangan.

Padahal sesuai Perwal, selain harus pantia seleksi dibentuk terlebih dahulu. Peserta rapat juga harus dihadiri dari unsur media. Dengan perwakilan dua orang.

Adapun sembilan nama yang muncul dalam rapat tersebut selain dari unsur pemerintah setempat, juga hadir dari unsur lembaga swadaya masyarakat.

Kesembilan nama tersebut yakni, mantan Sekda Rayendra Sudarmadji, Bambang Jati eks PNS, Supriadi tokoh masyarakat, dan para ketua LSM yaitu, Hari Gianto, Darmawan, Danil, Sopian, Novan, Kristinto dan Jamaludin.  (Edr)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here