Disebut Bagian dari Cina, Taiwan Protes Singapore Airlines dan Scoot

0
143
singapore airlines (ist)

SINGAPURA (Garudanews.id) – Taiwan memprotes langkah Singapore Airlines (SIA) dan maskapai bertarif murah Scoot, karena telah menyebut pulau itu sebagai bagian dari Cina di situs web mereka. Hal itu terjadi hanya untuk memenuhi permintaan Beijing baru-baru ini kepada sejumlah maskapai asing.

Perwakilan Taiwan di Singapura, Francis Liang, mengatakan kepada The Straits Times bahwa kantornya telah mengajukan keluhan kepada SIA dan Scoot atas tindakan “tidak masuk akal” operator untuk mengubah penunjukan Taiwan di situs web mereka ke “Taiwan, Cina”.

Dia mencatat bahwa sebagian besar perjalanan warga Taiwan mengunjungi Singapura dengan naik maskapai SIA dan Scoot, dan mereka “tidak akan senang” dengan sebutan baru untuk Taiwan.

Regulator penerbangan Cina pada bulan April lalu meminta puluhan maskapai penerbangan batas waktu hingga 25 Mei untuk menghapus referensi di situs web mereka dan dalam materi lain yang menunjukkan Taiwan, Hong Kong dan Makau adalah negara-negara yang merdeka dari China.

Beijing kemudian memperpanjang batas waktu hingga akhir Juni. Sementara Gedung Putih telah mendeskripsikan perintah itu sebagai “Omong kosong Orwell” dan Taiwan berulang kali mengutuknya sebagai “bullying”.

Namun beberapa maskapai penerbangan telah membuat perubahan sesuai permintaan Cina. Mereka termasuk Air Canada, Air France, Lufthansa Jerman, British Airways, dan Emirates dari Uni Emirat Arab.

Dihubungi oleh The Straits Times (ST), SIA mengatakan telah mengubah situs webnya pada 11 Juni sesuai dengan permintaan regulator Cina.

“Seperti yang Anda ketahui, kami telah menerima surat resmi dari Administrasi Penerbangan Sipil Cina, dan perubahan itu dilakukan sebagai tanggapan atas permintaan itu,” kata seorang juru bicara.

ST juga mencari komentar dari Kantor Perwakilan Taipei di Singapura. Hubungan antara Taiwan dan Cina sepakat untuk terpisah sejak 1949 setelah perang sipil, telah memburuk di bawah Presiden Taiwan Tsai Ing-wen, dari Partai Demokratik Progresif yang mendukung kemerdekaan akhir dari daratan Cina.

Tsai pada Rabu lalu mengecam Cina karena memberikan tekanan pada maskapai penerbangan internasional untuk menamai Taiwan sebagai bagian dari wilayahnya.

Dalam sebuah pertemuan di kantor kepresidenan di Taipei dengan James Moriarty, ketua Institut Amerika di Taiwan (AIT), Tsai mengatakan bahwa oposisi Washington terhadap langkah perusahaan penerbangan Cina meyakinkan rakyat Taiwan bahwa mereka mendapat dukungan dari Amerika Serikat.

AIT adalah kedutaan de facto AS di Taiwan tanpa adanya hubungan diplomatik resmi. Pekan lalu, Financial Times mengatakan, mengutip lima orang yang akrab dengan masalah ini, bahwa pejabat AS telah meminta perusahaan penerbangan Amerika, termasuk United, American Airlines, dan Delta, untuk tidak mematuhi permintaan China untuk menulis “Taiwan, Cina” dan lebih baik hanya “Taiwan” di situs web dan peta mereka.

Pada hari Rabu, tiga maskapai AS belum mengganti ke situs web mereka. Demikian juga Japan Airlines dan All Nippon Airways.

AS mengakui Beijing sebagai pemerintah yang sah di seluruh Cina, tetapi memiliki hubungan yang lama dengan Taiwan dan terikat dengan Undang-Undang Hubungan Taiwan untuk melindungi pulau itu.

Di bawah Presiden Donald Trump, AS telah lebih vokal tentang mempertahankan pertukaran resmi dan sipil dengan Taiwan, serta tidak goyah atau menghindari kemarahan Beijing.

Washington mengirim hanya pejabat tingkat rendah dari Departemen Luar Negeri ke pembukaan kantor AIT yang baru di Taipei pada Selasa (12/6) lalu.

Jepang, yang memerintah Taiwan selama 50 tahun hingga 1945 dan mempertahankan banyak pengaruh atas pulau itu, juga tetap merupakan sekutu kuat meskipun tidak memiliki hubungan resmi dengan Taipei.

Awal bulan ini, Qantas Airways Australia mengatakan pihaknya akan mematuhi aturan Beijing tetapi itu tertunda oleh “kompleksitas” teknis. Wakil Perdana Menteri Michael McCormack dan Menteri Luar Negeri Julie Bishop keduanya menuduh Cina menerapkan tekanan yang tidak semestinya pada maskapai bendera nasional. (Gtr/Lya)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here