DPRD Pertanyakan Penggusuran Tempat Pewarta Foto di HI

0
308
Pembongkaran tempat para pewarta foto Indonesia di Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, yang dilakukan oleh petugas Satpol PP.

JAKARTA, (Garudanews.id) – Wakil Ketua DPRD DKI Mohamad Taufik mempertanyakan pembongkaran tempat para pewarta foto Indonesia di Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, yang dilakukan oleh petugas Satpol PP.

Menurut Taufik, pembongkaran itu sangat tidak tepat. Karena, tempat para wartawan foto itu sama sekali tidak mengganggu.

“Saya kira Satpol PP urusannya apa sih gusur-gusur gitu loh, emang pos wartawan itu ganggu apaan? Kok main bongkar-bongkar aja,” kata Taufik di Jakarta Selatan, Sabtu (27/8).

Taufik menjelaskan, apabila tempat tersebut dianggap kumuh, maka yang harus dilakukan adalah menertibkan atau membereskannya, bukan malah dibongkar.

“Ya tinggal ngomong dong kalau cuma kumuh, diberesin, dirapiin aja, kan sederhana,” ujar Taufik.

Dia juga menyinggung gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), yang menurutnya sebagai gubernur tukang gusur tanpa membuka ruang dialog.

“Ini kan memang hobinya dia menggusur. Saya kira ini udah keluar batas lah,” kata Ketua DPD Partai Gerindra DKI Jakarta itu.

Seharusnya, kata Taufik, Satpol PP melakukan komunikasi dengan para pewarta foto terlebih dahulu, bukan tiba-tiba melakukan pembongkaran.

“Apa gak bisa dikomunikasikan sama teman-teman wartawan yang ada di situ. Menurut saya mestinya bisa. Dasar hobinya cari musuh kale ya,” cetus dia.

“Pos wartawan yang di belakang pos polisi itu kan? Kan gak ada alasan (dibongkar). Kenapa nggak pos polisinya juga sekalian digusur,” sesal Taufik..

Untuk diketahui, Markas Pewarta Foto Indonesia (PFI) di Bundaran Hotel Indonesia (HI) dibongkar paksa oleh Satpol PP DKI Jakarta, Jumat (26/8) malam. ‎

Markas Pewarta Foto Indonesia itu dibongkar paksa oleh Satpol PP DKI Jakarta. ‎

Lokasi markas fotgrafer tersebut berada persis di belakang Pos Polisi Bundaran HI, Jakarta Pusat.

Sekjen PFI Fransiskus Simbolon mengatakan, sejak siang beberapa wartawan foto melihat gelagat dari beberapa petugas Satpol PP yang berlalu-lalang di sekitar lokasi tersebut.

Tak lama kemudian, konfirmasi didapat langsung dari salah seorang petugas polisi di Pospol Bundaran HI.‎

“Kata petugasnya (polisi) cuma mau dirapikan saja. Setelah mendapat kabar itu, beberapa pedagang di lokasi tersebut merapikan tenda dagangannya, termasuk juga merapikan tenda tempat berkumpulnya jurnalis foto ini,” kata Fransiskus saat dikonfirmasi detikcom, Sabtu (27/8/2016) dini hari.

Fransiskus mengatakan, setelah dirapikan, beberapa wartawan melakukan kegiatannya seperti biasa di sana, dan tidak ada upaya penertiban. Hingga pukul 22.30 WIB, setelah orang terakhir meninggalkan lokasi, barulah petugas Satpol PP masuk dan langsung melakukan upaya penertiban bangunan.

“Tendanya dihancurin, barang-barangnya diangkut semua, Beberapa barang seperti kursi malah ada yang merupakan sumbangan dari menteri untuk pewarta foto,” kata Fransiskus.

“Kita kecewa karena tidak ada pemberitahuan. Dan mereka juga awalnya mengaku hanya merapikan saja. Akhirnya mereka mengaku salah, dan meminta maaf,” kata Fransiskus. (Rel/ts)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here