Dugaan Suap Perizinan IUP,  LAMI Desak KPK Periksa Bupati Lingga

51

JAKARTA (Garudanews.id) – Lembaga Aspirasi Masyarakat Indonesia (LAMI) meminta KPK mengusut tuntas kasus dugaan suap perizinan Izin Usaha Pertambangan (IUP) di Kotawaringin Timur yang menjerat tersangka Bupati Supian Hadi.

Dalam kasus tersebut diharapkan semua yang terlibat harus segera diperiksa dan harus ditetapkan tersangka, bahkan informasi diduga turut terlibat antara lain, PT Fajar Mentaya Abadi, PT Aries Iron Mining (AIM) dan PT Billy Indonesia.
Dari informasi yang terhimpun bahwa Direktur PT Fajar Mentaya Abadi pada tahun 2010 dan Direktur PT Aries Iron Mining pada tahun 2011 adalah Alias Wello yang saat ini menjabat sebagai Bupati Lingga, Provinsi Kepulauan Riau.

“LAMI meminta KPK untuk mendalami dan memeriksa Bupati Lingga Alias Wello,” ucap Koordinator LAMI, Suganda saat jumpat pers di depan Kantor KPK, Jakarta, Sabtu (20/04).

Dari informasi terhimpun bahwa nama Bupati Lingga, Alias Wello disebut-sebut sebagai pemilik mobil dengan nomor polisi (Nopol) BP 4 AW. Diketahui penerimaan mobil Hummer itu diduga sebagai upaya untuk memuluskan usaha-usaha PT Fajar Mentaya Abadi yang berada di Desa Sudan, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah.

“Diketahui kasus tersebut ada di halaman Web KPK, perkara TPK berupa penyalahgunaan wewenang dalam pemberian Ijin Usaha Pertambangan (IUP) kepada PT Fajar Mentaya Abadi (FMA), PT Aries Iron Mining (AIM) dan PT Billy Indonesia (BI) di Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah tahun 2010-2012 yang dilakukan oleh Tersangka SUPIAN HADI (Bupati Kotawaringin Timur periode 2010-2015 dan 2016-2021). Sprin.Dik/179/DIK.00/01/12/2018Tanggal 12/12/2018,” tandas Suganda. (Red)

Anda mungkin juga berminat

Tinggalkan tanggapan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.