FKUB Kota Bekasi Mediasi Perselisihan Persoalan Agama

9

KOTA BEKASI (Garudanews.id) – Ratusan para tokoh masyarakat, pemuda dan tokoh agama berkumpul di Aula Kantor Kelurahan Jakasampurna, Kecamatan Bekasi Barat Kota Bekasi, Minggu (27/08) dalam acara silaturahmi umat beragama dan tokoh masyarakat di lingkungan Pemerintah Kota Bekasi, khususnya kecamatan Bekasi Barat. Dari pantauan dilokasi, tampak hadir

Asda I, Dinar Faizal Badar, Kepala Kesbangpol, Abdilah Amta, Kabag Kesos, Ahmad Yani, Danramil 01/Keranji, Mayor Inf Rahmat Triono, Wakasat Intel Polrestro Bekasi Kota, Kompol Muhadi, Waka Polsek Bekasi Barat, AKP Saragih, Sekcam Bekasi Barat, Sumpomo Brama, Lurah Jakasampurna, Nurdin, Ketua FKUB Kota Bekasi, H. Abdul Manan, Sekretaris Ketua NU, Ustad Adi Yas’a, Ketua GP Ansor Kota Bekasi, Muhamad Jupri, dan Ustdz Munzir Situmorang, DKM Masjid Assalam. H. Michaf Mapayo serta Ketua RW 13, H. Dedi Harsono. Kegiatan yang dimulai pada pukul 20:00 WIB, dibuka oleh Asda I, Dinar Faizal Badar yang menyampaikan, bahwa adanya para pengurus GP Ansor yang datang dan menyampaikan duduk persoalan tentang penghinaan terhadap tokoh besar NU, yang juga mantan Presiden oleh Ustadz Munzir Situmorang, yang isi ceramahnya mengatakan bahwa almarhum mantan Presiden, dikatakan sebagai wali setan.
“Persoalan apapun itu kita harus bisa menyelesaikan dan harus punya hati dingin demi terciptanya Kota Bekasi yang aman dan kondusif,” kata Dinar.

Hal senada, Kepala Kesbangpol Kota Bekasi, H. Abdilah Amta menambahkan, permasalahan ini sangat menyanyangkan dan mudah-mudahan kegiatan ini menjadi solusi ke depan sebagai anak bangsa, jangan sampai ada orang yang bisa memecah belah persatuan dan kesatuan. Kota Bekasi sangat cepat dengan isu-isu yang miring dan mudah merebak, sehingga jangan sampai terjadi perpecahan umat Islam.

“Malam ini kita bersilaturahim mari kita saling memaafkan karena adanya kesalahan sebagai manusia yang tidak sempurna. Kejadian yang ada di Kota Bekasi, harus diselesaikan secara cepat, tepat dan responsif, dilakukan dengan hati yang sejuk dingin, jangan sampai persoalan ini gampang sekali dipolitisir, apalagi menjelang Pilkada, kita ini Islam yang rahmatan lil alamin, malam ini mudah-mudahan selesai,” paparnya.

“Indonesia bukan negara Islam tetapi negara Pancasila dimana keragaman suku, agama dan budaya dan berbagai ragam yang mana dikemas dengan baik dalam bingkai NKRI dan merajut kebersamaan untuk kota Bekasi maju, sejahtera dan ikhsan,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua FKUB Kota Bekasi, H. Abdul Manan mengatakan, berkumpulnya malam ini berembuk kaitan dengan masalah yang terjadi yang sudah viral dimedia sosial.
“Berdasarkan keinginan Bapak Walikota Bekasi agar semua problematika di Kota Bekasi bisa diselesaikan sebaik-baiknya, dan jangan sampai berkembang kemana-mana,” ujarnya.

Ditempat sama, Ketua GP Ansor Kota Bekasi, Muhamad Jupri menegaskan, ada satu hal yang harus diselesaikan malam ini yaitu berkaitan dengan adanya unsur kebencian oleh Munzir Situmorang, dan sangat dipandang perlu GP Ansor menyikapi adanya di youtube terkait dengan tokoh besar, Kyai dan mantan Presiden RI ke 4 dan terjadi di Kota Bekasi, terlepas itu kajian, pengajian atau kumpul-kumpul dan bertempat di Masjid Assalam, Jakapermai, tetap ini penghinaan.
“Kemarin kita (GP Ansor,red) sudah berkoordinasi dengan para aparat untuk mengambil langkah dan agar upaya kita tidak dianggap sembrono dan brutal,” ungkap Jupri.

Lanjut Jupri, bayangkan darimana àdasarnya kyai yang sudah meninggal dan sudah tenang di alam sana masih dikatakan seperti itu. Terkait pengunggahan video di youtube, bukan hanya di Kota Bekasi tetapi di seluruh Indonesia bahkan sampai diluar negeri (nasional dan internasional).
“Kenapa kalimat tersebut yang tidak pantas harus keluar dari seorang Ustadz. Dan kehadiran Banser, Banon dan Ansor ingin tau kejelasan yang sebenarnya,” pungkasnya.

Sekretaris NU Kota Bekasi Adi Yas’a mengatakan, bahwa permasalahan ini sudah mengelinding, dan sudah masuk keluarga besar NU Jabar dan NU Pusat, bahwa apa yang disampaikan oleh Munzir Situmoranh, membuat kekecewaan. Persoalan ini bukan bicara NU, Ansor, tetapi ini sudah penghinaan terhadap Gus Dur.

“Kami apresiasi gerakan GP Ansor, dan mohon maaf kepada warga Bekasi, bukan reaktif kami, dan jangan persoalan ini menggelinding kemana-mana demi kepentingan bekasi yang lebih kondusif,” katanya.

DKM Masjid Assalam, H. Michaf Mapayo mengungkapkan, sebenarnya rekaman terjadi pada tahun 2015 silam, dan di viralkan dan durasinya dipotong-potong.
“Kami memohon maaf, dan sekali lagi kami sudah mencabut semua dari youtobe, dan copy rekaman di kami sudah tidak ada sama sekali, dan kita tida ada niat yang lain,” ungkapnya.

Ustadz Munzir Situmorang mengakui bahwa yang beredar di youtube adalah pernyataan dirinya dan akan membuat pernyataan maaf secara tertulis.

“Saya memohon dimaafkan apa yang dikatakan itu lepas kontrol. Saya lepas ngomong yang luar biasa lepas kontrol makanya saya mohon maaf dikesempatan ini dan saya sangat menghormati Kyai Ma’ruf Amin yang dilecehkan Ahok. Lepas ngomong makanya habis itu saya tidak pernah lebih cerita mengungkit bicara tentang itu karena apa yang namanya manusia kadang emosi. Saya mengakui bahwa yang beredar di youtube adalah pernyataan saya, disini saya akan membuat pernyataan maaf secara tertulis dan disaksikan yang hadir disini,” tandasnya. (Adi)

Anda mungkin juga berminat

Tinggalkan tanggapan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.