Haji Lulung Siap jadi Wagub DKI

0
640
Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Abraham Lunggana/ist

JAKARTA (GARUDANEWS)-Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Abraham Lunggana atau yang terkenal sebagai Haji Lulung menyatakan kesiapannya sebagai wakil gubernur dalam pemilihan kepala daerah 2017 mendatang. “Kalau Haji Lulung maunya apa? Saya jadi wakil saja,” kata Lulung.

Siapa pun pasangannya yang menjadi calon gubernur nanti, bagi Lulung salah satu poin penting adalah memahami kearifan lokal terutama yang terkait kebebasan beragama. Ia menginginkan tidak ada lagi larangan untuk berjualan kambing dan sapi menjelang hari raya Idul Adha, salah satu kearifan lokal yang ada di ibukota. “Kan cuma 5 hari orang dagang, itu bagian dari budaya. Proses orang menjalankan ibadah itu, itu paling utama.” ujarnya.

Selain paham kearifan lokal, calon gubernur yang ia inginkan adalah yang mengerti APBD dan menyadari bahwa masyarakat Jakarta adalah pembayar pajak sehingga mereka sebaiknya tidak dikecewakan. “Harus kelola uang dengan baik, jangan ada lagi korupsi di lingkungan pemerintah daerah,” kata Lulung.

Lulung enggan dipasangkan dengan Ahok pada bursa cagub mendatang karena menganggap gubernur petahana itu tidak mengerti persoalan Jakarta. “Kan saya sudah berkali bilang siap tidak dicalonkan, saya siap dicalonkan, asal jangan satu: Ahok. Ahok nggak ngerti apa-apa di Jakarta,” tegasnya.

Haji Lulung juga mengaku tidak mengkhawatirkan hasil survei popularitas terhadap para calon pemimpin Jakarta untuk Pemilihan Umum 2017 mendatang, termasuk pada dirinya. “Saya yakin di mana saya ada, orang pasti apresiasi,” kata Lulung.

Menurut dia, ia memiliki survei internal melalui PPP, ‘Suka Haji Lulung’ dan ‘Haji Lulung Untuk Semua’ namun tidak dapat mengungkapkan hasilnya. “Itu rahasia,” kata dia dan tertawa kecil. Ia meluruskan bukan berarti dia tidak memercayai survei oleh lembaga lain namun dia hanya memilih berkaca pada Pilkada 2012 silam saat Fauzi Bowo berhadapan dengan Joko Widodo.

Foke yang unggul dalam survei dikalahkan Joko Widodo dalam pemilihan DKI 1 pada 2012 lalu. Menurut dia, ibarat melihat iklan, jangan langsung percaya pada apa yang ditawarkan. Begitu juga dengan survei. “Artinya begini, kita sekarang jangan melihat survei. Kita kerja saja,” kata Lulung. Ia pun mengklaim tidak ada calon yang memiliki program yang berbasis pada masyarakat dan lingkungan selain dirinya. (jim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here