Hipakad Kutuk Serangan Teror Tempat Ibadah di Surabaya

0
408
Foto: Ilustrasi

JAKARTA (Garudanews.id) – Himpunan Putra Putri Angkatan Darat (Hipakad) mengutuk aksi teror bom yang terjadi di tiga Gereja di Surabaya yang menewaskan 13 orang dan puluhan orang luka-luka pada Minggu, (13/5).

Peristiwa sadis itu terjadi saat sejumlah umat kristiani melakukan doa di dalam Gereja. Diketahui peristiwa pengeboman itu  diantaranya di Gereja Santa Maria di Jalan Ngagel, sekitar pukul 06.30 WIB. Ledakan bom kedua terjadi di Gereja Kristen Indonesia (GKI) Diponegoro, sekitar pukul 07.15 WIB. Terakhir, aksi teror bom terjadi di Gereja Pantekosta Pusat Surabaya (GPPS) di Jalan Arjuna pada pukul 07.53 WIB.

Seperti dikemukakan Ketua DPC Hipkad Kota Bekasi Qomarudin.  Ia mengutuk tindakan teror bom di Surabaya. Menurutnya,  tindakan penyerangan rumah ibadah apapun, tidak bisa dibenarkan.

Bahkan, kata dia, di agama Islam juga tidak ada satupun yang ajaran yang mengizinkan tindakan teror kepada tempat-tempat ibadah. “Hipakad mengutuk keras serangan terroris terhadap gereja-gereja di Surabaya maupun tempat ibadah lain. Tidak ada ajaran Islam yang membolehkan menyerang tempat ibadah,” papar Qomarudin, seperti dlam keterangan tertulisnya yang diterima garudanews.id, Minggu, (13/5).

Sekertaris DPC Hipakad Kota Bekasi, Agung Pratikno mengatakan,  tindakan teror,  apapun motifnya,  merupakan tindakan biadab yang tidak bisa dibenarkan dalam konteks apapun.

“Teror adalah bentuk kejahatan kemanusiaan yang sangat serius. Oleh sebab itu semua aksi teror  harus dilawan apapun alasannya,” ujar, pria yang kerap disapa Ragil ini.

Agama apapun, kata Ragil,tidak membenarkan tindakan teror kepada masyarakat.

“Tindakan teror atas nama apapun adalah tindakan biadab dan salah satu bentuk kejahatan kemanusiaan yang harus kita lawan. Semua agama mengutuk tindakan terorisme,” papar Agung Ragil.

Atas nama Hipakad, Ragil menguncapkan duka cita yang mendalam bagi para korban dari tindakan teror bom di Surabaya. “Turut berduka cita atas teror bom di Surabaya,” papar dia. (Red)

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here