Inilah Perbandingan Pembangunan di Papua saat Era SBY dan Jokowi

0
124
mantan Komisioner Komnas HAM, Natalius Pigai. (ist)

JAKARTA (Garudanews.id) – Pembangunan infrastruktur trans Papua oleh pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) mendapat tanggapan dari Aktivis kemanusiaan, Natalius Pigai.

Natalius Pigai juga membandingkan pembangunan infrastruktur jalan di Papua saat era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dengan pemerintahan Jokowi. Hal tersebut dikatakan Pigai saat acara di televisi TVOne, beberapa waktu lalu.

Dalam acara tersebut, Natalius Pigai menuturkan pada pemerintahan SBY membangun lebih banyak ruas jalan dibanding Jokowi.

“Ya, dan jangan salah ya. Di Papua itu ada sembilan ruas jalan yang sudah dibangun oleh SBY,” kata Natalius Pigai.

“Ruas jalan ya ini, ruas jalan berbeda dengan peningkatan, pengaspalan, perluasan. Pembukaan yang baru itu yang ini. baru jokowi satu-satunya,” tambah Natalius Pigai.

“Jadi kita tidak bisa bilang jokowi membangun infrastruktur di papua, lain yang pembangunan yang normal saja,” ucap Natalius Pigai.

“Tetapi satu ruas jalan yang menyebabkan 31 orang mati, inilah satu satunya kerjaan presiden Jokowi,” ungkapnya dalam video TVOne yang diunggah melalui akun twitternya, Rabu (5/12).

Natalius Pigai yang pernah menjadi mantan Komisioner Komnas HAM, mengungkapkan alasan kenapa dirinya selalu mengkritik kebijakan pemerintahan Jokowi.

Menurutnya, perlakuan pemerintah pada zaman SBY lebih memanusiakan masyarakat Papua ketimbang era Jokowi.
Hal tersebut, kata dia, terlihat dari banyaknya orang Papua di lingkaran terdekat SBY untuk diajak bicara dalam menangani seluruh persoalan di Papua.

“Jadi kalau saya bandingkan dengan SBY, SBY justru memanusiakan orang Papua, mengangkat orang Papua bahwa orang Papua juga hebat di republik ini.”

“Dibandingkan sekarang, Jokowi, siapa yang dia jadikan partner dalam berdiskusi dan dialog tentang persoalan di Papua? Hanya dirinya sendiri,” ujar Natalius Pigai saat dihubungi, Jumat (27/4).

“Jadi kalau dia menjadikan partner bicaranya itu pas-pasan, maka ya sama saja dengan merendahkan martabat Papua. Jadi jangan menganggap remeh orang Papua,” ucap Natalius Pigai.

Sementara, dilansir dari laman kompas.com, Natalius Pigai menilai saat ini Jokowi tidak memilih orang-orang yang berkompeten untuk membantu dalam menyelesaikan persoalan Papua.

Oleh sebab itu, lanjut Natalius Pigai, kebijakan pemerintah kerap tak menjadi solusi terhadap masalah yang dihadapi oleh orang Papua.

“Saya kasih pesan ke Jokowi bahwa jangan dengar orang-orang yang tidak berkualitas, tidak kompeten untuk menyelesaikan berbagai persoalan di Papua,” tuturnya.

Kritik lainnya ia sampaikan dalam cuitan lewat akun Twitternya @NataliusPigai2.

Natalius Pigai secara terang menentang Jokowi dan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Indonesia, Luhut Binsar Panjaitan dalam hal menunjuk TNI bangun jalan.

“Saya menentang Jokowi dan Luhut karena menunjuk TNI bangun jalan”

“Saya katakan Suharto saja tidak berani, OPM anggap karyawan bagian dari militer. Luhut malah tawarkan jabatan memimpin Badan Otoritas. Saya tolak mentah2,” dalam akun Twitternya, (Twitter @NataliusPigai2) (Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here