Nebeng Melalui Momen Arus Balik, Polri Endus Ada Mobilisasi Massa ke Jakarta

271

JAKARTA (Garudanews.id) – Arus balik lebaran diduga dimanfaatkan oleh sekelompok massa untuk memasuki Jakarta terkait dengan ketidakpuasan keputusan Komisi Pemilihan Umum (KPU) soal hasil Pilpres 2019 kemarin.

Hal tersebut terungkap berdasarkan informasi yang dihimpun, bahwa arus mudik terpantau lancar, namun berbanding terbalik, saat arus balik terjadi kepadatan kendaraan di sejumlah titik. Bahkan kemacetan hingga puluhan kilo meter.

Beredar kabar massa tersebut akan melakukan aksi saat sidang perdana sengketa hasil pemilu oleh pemohon Prabowo Subainto dan Sandiaga Uno di Mahkamah Konstitusi (MK) pada pekan ini/.

Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Dedi Prasetyo mengungkapkan, pihaknya tengah memantau isu adanya gerakan massa pendukung Prabowo yang akan datang ke Jakarta dengan memanfaatkan arus balik Lebaran.

Namun demikian, pihaknya telah melakukan koordinasi dengan Polda Metro Jaya melakukan berbagai langkah antisipasi terkait adanya rumor tersebut.

“Dari Polda Metro sudah menyiapkan langkah-langkah antisipasi,” kata Dedi, Jakarta, Sabtu (8/6).

Diantaranya, mereka telah berkoordinasi dengan kepolisian daerah untuk mengecek kendaraan yang mengangkut orang dalam jumlah banyak ketika arus balik. Aparat kepolisian akan menanyakan apa maksud dan tujuan warga baru tersebut datang ke Jakarta.

Diketahui, Prabowo-Sandi telah menggugat hasil keputusan pemilihan presiden pasca dinyatakan kalah dari rivalnya Jokowi-Ma’ruf di pilpres 2019.

Dalam gugatannya, mereka menyatakan pelaksanaan pilpres banyak indikasi kecurangan yang terstruktur, sistematis dan masif.

Adapun proses sidang MK terkait Pilpres 2019 baru akan dimulai pada 14 Juni 2019. Nantinya, putusan MK pun akan dibacakan pada 28 Juni.

Senmentara itu, sepertidikabarkan jawapos, menanggapi rumor itu, Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Andre Rosiade menyatakan tidak tahu menahu soal rumor pemanfaatan arus balik lebaran untuk mobilisasi aksi massa ke MK.

Menurut Andre, selama ini BPN tidak pernah melakukan mobilisasi massa untuk melakukan demonstrasi di MK.

“BPN tidak pernah mobilisasi massa untuk melakukan demo di MK. Jadi, saya gak tau dapat isu dari mana kepolisian,” kata Andre.

BPN, kata Andre, saat ini sedang fokus melakukan berbagai persiapan untuk menghadapi sidang perdana di MK pada (14/6) pekan depan. Di antaranya, BPN tengah melengkapi kesaksian dan bukti-bukti yang akan diungkap di hadapan majelis hakim.

“Kedua fokus kami. Kalau pihak kepolisian punya informasi seperti itu ungkap saja. Jangan sampai baru isu dan rumor polisi sudah bicara. Kan akhirnya menimbulkan kegaduhan, kekhawatiran dan kekisruhan,” terangnya.

Kendati demikian, pihaknya menyatakan tak mengerti ihwal siapa yang sedang ditunjuk oleh kepolisian akan melakukan mobilisasi massa di MK. Sebaliknya, BPN juga tidak tersinggung dengan pernyataan yang dilontarkan oleh pihak kepolisian.

Ketika ditanya seandainya ada aksi massa saat sidang perdana di MK nanti, BPN memastikan massa tersebut bukanlah suruhan dari kubunya.

“Mungkin (massa aksi) masyarakat atau pendukung bisa saja. Tapi mobilisasi kami tidak pernah melakukan itu,” tuturnya.

Di sisi lain, kata dia, BPN memastikan akan memberikan kejutan pada sidang perdana di MK mendatang. Bahkan pada sidang perdana nanti, rencananya capres Prabowo Subianto akan ikut datang langsung ke MK.

“Rencananya sidang pertama Prabowo akan hadir. Insya Allah, kita akan mengajak MK memerangi korupsi politik,” tandasnya. (Red)

 

Anda mungkin juga berminat

Tinggalkan tanggapan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.