Pengamat: Guru Dilarang Berpolitik Praktis

0
254
Ilustrasi

KABUPATEN BEKASI  | GARUDANEWS-Menanggapi rencana Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin untuk mengumpulkan seluruh guru se-Kabupaten Bekasi pada tanggal 23 Maret 2016 mendatang, Pengamat Pendidikan dari Universitas Terbuka Surabaya, Adi Suparto kembali menegaskan bahwa seorang guru dilarang untuk berpolitik praktis.

Diakui Adi, rencana pertemuan tersebut memang bermuatan politis, karena dilaksanakan jelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak pada tanggal 15 Februari 2017 mendatang, apalagi para guru perempuan diwajibkan menggunakan jilbab warna kuning, yang notabene warna kebanggaan partai Bupati Bekasi, yaitu Partai Golkar.

“Sudah jelas seorang guru dilarang untuk berpolitik praktis. Tapi kalau nanti guru dilibatkan dalam pemaparan visi misi Bupati Bekasi mengenai progress pembangunan ya gak masalah, karena guru juga mempunyai fungsi sebagai perencana dan innovator,” paparnya kepada Garudanews.id.

Para akademisi dan guru di wilayah Kabupaten Bekasi, menurutnya, berhak untuk memberikan saran dan kritik mengenai pembangunan di wilayahnya, dan terus mengawal agar pembangunan sesuai dengan harapan masyarakat.

Dijelaskan Adi, terkadang sertifikasi yang dimiliki oleh para guru tidak seimbang dengan kualitas yang mereka miliki. Karena itu, dirinya menghimbau kepada para guru untuk meningkatkan kompetensi dan wawasan mereka dengan banyak membaca buku.

“Seorang guru harus mempunyai kemampuan high tech, high concept dan high touch, agar guru dapat menjalankan fungsi sebagai pengajar dan adanya transfer ilmu kepada para murid-muridnya,” ungkapnya.

Untuk diketahui, kebijakan Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin yang akan mengundang seluruh guru di wilayah Kabupaten Bekasi pada tanggal 23 Maret 2016 mendatang, mendapat tanggapan dari sejumlah kalangan.

Kebijakan dari Bupati Bekasi tersebut dinilai bermuatan politis, karena dilaksanakan jelang Pilkada Kabupaten Bekasi tanggal 15 Februari 2017 mendatang. Apalagi infonya seluruh guru perempuan diwajibkan menggunakan jilbab berwarna kuning, yang menjadi warga kebanggaan Partai Golkar. (goo)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here