RUU Penghapusan Kekerasan Seksual Didorong jadi Prioritas

0
295
Anggota Komisi VI DPR, Rieke Dyah Pitaloka/ist

JAKARTA (GARUDANEWS)-Badan Legislasi didorong memprrioritaskan pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Penghapusan Kekerasan Seksual dalam Program Legislasi Nasional 2016. Anggota Komisi VI DPR Rieke Dyah Pitaloka mengatakan saat ini RUU Penghapusan Kekerasan Seksual berada di urutan 20 dalam usulan perubahan Program Legislasi Nasional (Prolegnas) Prioritas 2016. “Karena urgensi, kita bisa mendorongnya masuk (Prolegnas Prioritas) tanpa menunggu RUU lain yang sudah masuk Prolegnas Prioritas selesai,” kata politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) itu.

Ketua Badan Legislasi DPR, Supratman Andi Agtas mengatakan mayoritas anggota Baleg setuju Rancangan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual masuk dalam Program Legislasi Nasional prioritas 2016. “Baleg meminta dimasukkan dalam Prolegnas prioritas 2016 dan insya Allah fraksi-fraksi setuju,” katanya.

Menurut dia, mayoritas anggota Baleg sudah sepakat dengan keputusan itu dan menunggu sikap masing-masing fraksi. Dia mengatakan perubahan format Prolegnas prioritas 2016 paling lambat dilakukan Juni 2016. “Prosesnya setahap demi setahap, masuk dalam Prolegnas prioritas 2016 lalu dibahas di Pansus, Baleg atau komisi terkait,” ujarnya.

Menurut dia, Baleg saat ini belum membahas dalam tataran teknis terkait RUU tersebut misalnya mengenai wacana pemberian hukuman kebiri bagi pelaku kekerasan seksual. Selain itu, soal peraturan pemerintah pengganti undang-undang terkait kekerasan seksual, ia mengatakan, perppu bisa digunakan untuk mengisi kekosongan hukum namun harus mendapatkan persetujuan DPR. “Perppu harus mendapatkan persetujuan DPR maka akan lebih baik diundangkan dalam bentuk perundang-undangan,” katanya. (jim)

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here