Tanah Milik Zaenal Arifin Diduga Diserebot Warga Lain

225

DEPOK, (Garudanews.id) – Zainal Arifin warga RT 01/05 Kampung Pulo Mangga, Gang Mangga 4 Kelurahan Grogol Kecamatan Limo Kota Depok memprotes dugaan penyerobotan tanah hak miliknya yang juga diduga dilakukan oleh Sukiman yang diketahui warga Cimanggis.

“Atas hal ini, keluarga tak terima lantaran tanah itu bukan milik Sukiman. Kami pun berencana akan menempuh jalur hukum,” kata Aldo, melalui Kuasa hukumnya, Zainal Arifin, SH.MH, Senin, (22/04).

Dijelaskan Aldo, tanah hak milik mertuanya yang berlokasi di RT O1/05 Kecamatan Limo Kota Depok tersebut diklaim oleh Sukiman bahwa sekitar 2.000 m2 adalah tanah yang ngotot dan telah memasang patok pada hari Senin 15 April 2019 kemarin.

Terkait hal itu, Aldo pun mengaku, pihaknya merasa dirugikan dengan adanya pemasangan patok yang sekaligus penyerobotan tanah tanpa sepengetahuan mereka.

“Memang pernah mertua saya di undang oleh Lurah ke kantor kelurahan. Katanya sih untuk musyawarah,” ujarnya.

Selain itu,  Aldo juga mempertanyakan dasar dari pihak Sukiman beserta kuasa hukumnya memasang patok di atas lahan mertuanya tanpa ada persetujuan dan pemberitahuan ke pihaknya.

“Jadi, atas dasar apa mereka ngukur dan bikin patok di atas lahan kita,” kata Aldo geram.

Kuasa hukum Zainal Arifin menjelaskan kliennya memiliki tanah 6.000 m2 dan kini dipatok oleh pihak Sukiman dan kuasa hukumnya melalui patok yang dipasang oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Depok.

“Klien kami tentu sangat dirugikan. Dalam waktu dekat ini kami akan melakukan upaya hukum salah satunya melalui jalur perdata ke Pengadilan Negeri Kota Depok,” ujar Ketua LBH Patriot Bekasi Manotar Tampubolon selaku kuasa hukum Zainal Arifin saat ditemui awak media di Depok, Senin (22/4/2019).

Tak hanya itu, dirinya pun juga mempertanyakan pemasangan patok yang memakai nama BPN diatas tanah kliennya yang dilakukan oleh Sukiman cs.

“Harusnya mereka terlebih dulu lakukan permohonan. apa itu uda dilakukan apa belom. Saya kira, kalau mereka punya bukti kepemilikan, itu sah-sah saja. Tapi yang menjadi masalah, kalau mereka tidak punya bukti sementara mereka sudah patok tanah tersebut, itu kan kriminal, ” kata Manotar.

Kalau mereka punya bukti, ya silahkan dibuktikan minimalnya buktikan bagaimana peralihan tanah itu, apakah itu jual beli, apakah dihibahkan oleh Pak Zainal. Kan harus jelas peralihan tanah itu. Kalau ujug-ujug pasang patok, menurut saya, itu ala preman bukan ala pengacara, ” ucap Manotar menambahkan.

Terkait dengan hasil pertemuan di Kelurahan Grogol beberapa hari lalu yang ditandatangan klienya, lanjut Manotar bahwa hasil tersebut bukan menjadi kekuatan hukum walaupun nantinya mereka menganggap hasil pertemuan tersebut sebagai kekuatan hukum.

“Bagi saya, hasil rapat itu bukan menjadi kekuatan hukum, lagi pula ahli waris merasa tidak pernah menjual tanah tersebut,” tegas Manotar

Hingga berita ini diturunkan teropongindonesia com belum mendapat konfirmasi dari pihak Sukiman cs terkait kasus ini. (Mam/Red)

Anda mungkin juga berminat

Tinggalkan tanggapan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.