Polres Jakbar Berhasil Ungkap Peredaran Makanan Impor Kadaluwarsa

150

JAKARTA (Garudsnews.id) – Kepolisian Resor Jakarta Barat berhasil mengugkap kasus peredaran produk pangan kadaluwarsa oleh importir di sebuah ruko yang terletak di Jl. Kalianyar 1 no. 16-17, Tambora, Jakarta Barat pada Selasa (20/3).

Dari pengungkapan tersebut, sebanyak 96.080 kemasan pangan yang telah habis masa berlakunya diamankan polisi.

Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol Hengky Haryadi menerangkan, pengungkapan ini berdasarkan laporan masyarakat terhadap kemasan produk dan lebel kadaluwarsa yang dibeli di supermarket.

Menindaklanjuti hal tersebut, Unit Krimsus Polres Jakbar melakukan penyelidikan selama satu bulan.

“Saat penyelidikan pertama, tersangka mengaku produk-produk kadaluwarsa ini untuk dimusnahkan. Namun, saat dilakukan penyelidikan kembali, kami dapati para karyawannya sedang melakukan penghapusan label,” terang Kapolres, saat memggelar koferensi pers, Selasa, (20/3)

Dari ruko tersebut, tiga orang tersangka berhasil diamankan. Para tersangka yakni RA (36) selaku Direktur PT. PRS, DG (27) Kepala Gudang, dan AH (33). Dalam gudang tersebut, para tersangka melakukan penghapus tanggal kadaluwarsa kemasan dengan cara dilaser.

“Mereka menghapus dan melaser tanggal kadaluwarsa untuk selanjutnya dijual kembali ke supermarket. Mereka mendistribusikan produk tersebut di kota-kota besar seperti Jabodetabek, Surabaya, Medan, Papu dan lainnya,” tutur Kapolres.

Selain di Tambora ini, lanjut Kapolres, perusahaan ini memiliki gudang impotrir resmi di wilayah Cengkareng, Jakarta Barat. Dimana gudang tersebut sebagai tempat penyimpan setelah perubahan tanggal kadaluwarsa untuk selanjutnya dikirim ke supermarket.

Dari pengungkapan ini, barang bukti yang diamankan berupa satu unit alat tembak listrik pembuat tanggal kadaluwarsa elektronik, satu botol cairan M3, satu unit AEG Powertools, dua buah alat press penempel tanggal kadaluwarsa, satu buah cetakan sablon, satu bundel label-label, dan 96.060 produk pangan yang telah diganti tanggalnya.

Kapolres mengimbau kepada masyarakat untuk berhati-hati karena bukan tidak mungkin di luar sana ada pelaku-pelaku usaha lain yang melakukan kecurangan ini.

“Ini menjadi alarm kita agar lebih berhati-hati. Ini adalah barang import dari luar negeri karena masa berlaku hanya 8 bulan dan perjalan ke indonesia sekian bulan. Sehingga ditambahkan masa kadaluwarsanya agar diterima supermarket,” tutup Kapolres.

Atas kasus ini, tersangka terjerat Pasal 62 ayat (1) Jo. Pasal 8 ayat (1) dan (3) UURI No. 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen dan Pasal 143 Jo. Pasal 99 UURI No. 18 tahun 2012 tentang pangan. (red)

Anda mungkin juga berminat