Dugaan Korupsi Tambak Penyaring, Penelpon Gelap Catut Nama Kejari dan Kasi Pidsus

61

SUMBAWA (Garudanews.id)- Ditengah penyidikan dugaan kasus korupsi pada proyek irigasi tambak Penyaring. Tiba-tiba penelpon gelap yang tidak diketahui identitasnya menghubungi subkon pada proyek tersebut.

Yoyok mengaku jika dirinya dihubungi penelpon gelap yang mengaku sebagai Kejari dan Kasi Pidsus.

“Kemarin sore saya dihubungi oleh orang yang tidak saya ketahui. Dia mengaku sebagai Kasi Pidsus. Orang tersebut mengatakan kepada dirinya jika akan membantu dalam proses yang sedang ditangani oleh Kejaksaan,” ungkapnya (2/10).

Menurut Yoyok orang tersebut meminta untuk diisikan pulsa Rp 100.000. Ternyata ia juga menelpon Ricki dan Basuki.

“Bukan hanya saya yang dihubungi oleh penelpon gelap tersebut. Tapi Ricki dan Basuki juga ia hubungi. Dan anehnya siapa dan dari mana dia dapat nomor kontak hp saya,” papar Yoyok.

Usai mejadian tersebut yoyok pun memberikan informasi kepada Kasi Pidsus sebenarnya yakni AA. Raka Putra Dharmana SH.

“Saya langsung kasi tau pak Raka. Dan memberikan nomornya. Dan pak Raka bilang bedakan suara saya pak. Rikipun menjawab ia pak beda. Dan intinya pak Raka bilang tidak usah diladenin. Karena itu bukan saya,” jelas Yoyok sambil menirukan kata Kasi Pidsus.

Tambah Yoyok berselang 30 menit lamanya penelpon misterius tersebut kembali menghubunginya menyebutkan jika Kejari ingin sekolah dan melanjutkan pendidjkannya.

“Pak Kejari ingin sekolah untuk melanjutkan pendidikannya jadi butuh biaya, ” kata Yoyok menirukan penelpon misterius tersebut.

Terpisah Kejari Sumbawa Paryono mengatakan hal tersebut sering terjadi dikala Kejaksaan sedang menangani kasus dugaan korupsi.

“Itu tidak benar dan bukan kami. Apalagi sekarang saya menjelang mutasi. Dan hal tersebut juga pernah terjadi di KSB saat kejaksaan mengusut dugaan korupsi rumah adat KSB. Jadi jika ada pihak yang mengatasnakan Kejaksaan menelpon pejabat jangan diladeni,” kata Paryono.

Seperti diketahui penelpon gelap tersebut menggunakan nomor telkomsel 082386056*** dan diharapkan kepada pejabat jika ada pihak mengatasnamankan Kejari ataupun kasi pidsus mohon mohon berhati-hati apa lagi dalam kasus dugaan korupsi. (Her)

Anda mungkin juga berminat