Baru Saja Serah Terima Pekerjaan, Tambatan Perahu Sudah  Ambruk

280

ROTE NDAO  (Garudanews.id) – Proyek pekerjaan tambatan perahu, terletak di Dusun Manumolo Desa Daudolu Kecamatan Rote Barat, Kabupaten Rote Ndao yang baru saja diserahterimakan sudah amruk.

Padahal, proyek itu diharapkan dapat membantu masyarakat kampung nelayan di wilayah tersebut, diantaranya tempat pelelangan ikan, tempat rekreasi, lokasi parkir, tambatan perahu serta membantu sarana transportasi bagi para warga.

Namun harapan itu sirna setelah bangunan tersebut jebol diterjang ombak. Sejumlah pihak pun menuding ambruknya tambatan perahu tersebut karena material yang digunakan tidak sesuai dengan speck yang telah ditentukan.

Berdasarkan pantauan media ini, terlihat ambruknya bangunan dari talud bagian kiri dan di depan dermaga.

“Ini tambatan perahu baru di bangun 25 Juni dan berakhirnya November 2018 lalu, sekarang coba lihat landasan tambatan yang sudah tergerus air laut dan jika pekerjaan seperti ini maka patut di pertanyakan. Ini karena fondasi tambatan tidak digali dalam, dan langsung disusun batu pung tidak padat dan camapuran juga tidak sesuai dengan speck,” ujar Benyamin Mbuik,  salah satu warga masyarakat Manumolo kepada garudanews, Senin (28/1).

Dirinya juga menuding proyek yang bernilai Rp1.810. 000.000, itu dikerjakan dengan asal-asalan.  Untuk itu, ia meminta kepada CV Titian Bakti Karya sebagai pelaksana proyek tersebut harus bertanggungjawab. Karena, lanjut dia, proyek tersebut dibiayai oleh negara.

“Saya sudah sampaikan kepada pelaksana proyek bahwa tambatan itu harus kuat kontsruksi bagunan, karena pekerjaan ini sudah 100 persen tapi ini sudah ambruk semua begitu selesai dibangun. Kami tidak dapat menggunakan karena sudah hancur,” katanya.

Sementara itu pengawas kounsultan proyek tersebut, Ruben Oktovianus saat dikonfirmasi di kantornya , terkait dengan proyek pembangunan tambatan perahu kapal di Desa Daudolu Dusun Manumolo mengakui soal ambruknya proyek tambatan perahu.

“Kami sudah mengerjakan maksimal sebab saat ini pekerjaan masih dalam masa pemiliharaan sampai dengan bulan Mei 2019 dan tanggung jawab masih  kontraktor. Pihak kontraktor juga harus mengerjakan pekerjaan yang rusak itu,” tandasnya.

Pihaknya juga menyadari bahwa pekerjaan tambatan perahu sangat rentan terhadap kerusakan. Seperti diterjang gelombang laut.

Terpisah Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Rote Ndao, Seltjiana Kiaduy yang saat konfirmasi,  Selasa (29/01) tetkait dengan ambruknya pekerjaan tambatan perahu mengatakan, kalau periatiwa tersebut merupakan bencana.

“Saya juga sudah lapor ke bupati dan sekda. Jadi konfirmasi saja ke beliau, karena  sekarang aturan sudah satu pintu,” pungkasnya.  (Dance Henukh)

Anda mungkin juga berminat