BCA Syariah Selektif Ekspansi di Semester II 2020

111

JAKARTA (Garudanews.id) – BCA Syariah tetap melakukan ekspansi di tengah wabah Covid-19 meski lebih selektif dan mengutamakan efektivitas bisnis. Di sisi lain, BCA Syariah akan mengoptimalkan Layanan Syariah Bank Umum (LSBU) yang ada di induk.

Presiden Direktur BCA Syariah John Kosasih mengatakan, perusahaan tetap berkomitmen menyalurkan pembiayaan dengan penuh kehati-hatian. “Hal ini kami lakukan sebagai bentuk dukungan kami untuk percepatan pemulihan ekonomi di Tanah Air,” kata John dalam paparan kinerja semester I 2020 BCA Syariah, Senin (27/7/2020).

John mengatakan, tahun ini pertumbuhan diperkirakan akan landai baik dari sisi aset maupun pembiayaan. Perusahaan menerapkan pendekatan konservatif dan selektif. Dari sisi DPK, John memproyeksikan pertumbuhan sedikit di bawah tahun lalu karena akan lebih manfaatkan dana modal yang disuntikkan induk pada 2019 sebesar Rp 1 triliun.

Pertumbuhan jaringan fisik pun tidak ekspansif seperti tahun lalu. Pada semester pertama BCA Syariah menambah satu cabang dan semester kedua menambah satu cabang lagi di Sulawesi. John mengatakan, BCA Syariah akan lebih mengoptimalkan LSBU yang ada di induk.

BCA Syariah telah melakukan pilot project layanan haji di cabang induk Bekasi dan Cibubur. John mengatakan selanjutnya LSBU akan direplikasi di beberapa cabang lain dan memiliki lebih banyak layanan. Target jumlah LSBU hingga akhir tahun sekitar 50 LSBU dan tahun depan mencapai 500.

“Ke depannya tidak hanya layanan haji, tapi juga layanan BCA Syariah lainnya, mulai dari pembukaan tabungan dan lainnya,” kata John, dilansir dari republika.

Dalam ekspansi pembiayaan, Direktur BCA Syariah, Rickyadi Widjaja menyampaikan, perusahaan akan tetap selektif. Mayoritas pembiayaan BCA Syariah berada di segmen komersial dan proporsinya akan tetap dipertahankan sambil membuka peluang baru.

Saat ini sektor paling banyak kena dampak adalah sektor konsumtif dan UMKM yang porsinya sedikit di BCA Syariah. Segmen komersial memiliki komposisi sebesar 76,4 persen diikuti oleh pembiayaan UMKM sebesar 21,3 persen dan konsumer hanya 2,3 persen.

“Kita geser ke komersial, kita akan salurkan di infrastruktur pemerintah, mulai dari listrik, jalan, manufaktur, perdagangan, perkebunan, perikanan, dan lainnya,” kata John.(qq)

Anda mungkin juga berminat