Diduga Menjadi Korban Begal, Pria Bercelana Loreng akhirnya Meninggal Dunia

524

BEKASI, (Garudanews.is) – Misteri pria bercelana loreng yang menjadi korban pembacokan orang tidak dikenal terkuak. Korban merupakan pengemudi ojek daring yang diketahui mangkal di Tambun dan mendapat order ke wilayah Bekasi Timur. Hal tersebut diungkap oleh Kasubbag Humas Polres Metro Bekasi Kota Kompol. Erna Ruswing Andari atas penuturan istri korban pada Senin (06/07).

“Pada hari Minggu tanggal 05 Juli 2020, Pukul 05.20 wib setelah berada di RSUD Kota Bekasi Jl.pramuka menerangkan bahwa korban adalah suaminya bekerja sebagai seorang sopir go car,” ungkap Erna seperti yang disampaikan istri korban.

Istri korban sempat mengetahui suaminya mendapatkan order ke wilayah Bekasi Timur pada pukul dari anaknya. Istri korban berusaha menghubungi korban namun tidak mendapat jawaban. Korban berangkat dari rumahnya sekitar pukul 20:00 wib dan mangkal sekitar Tambun.

“Suami saya memberitahukan kepada anak saya bahwa korban dapat order ke arah Bekasi timur, setelah itu saya susah menghubungi suami saya,” ujar .

Sebelumnya diberitakan seorang pria terkapar di depan sebuah bengkak di Jl.Kapuk raya Rt 04/018 Kel.Pengasinan Kec.Rawa lumbu( samping bengkel yunita ). Korban bersimbah darah dengan luka bacok dibagian leher sebelah kiri.

“Saksi menerangkan sekitar pukul 02.10 wib saat jaga bengkel yunita motor mendengar orang di pintu gerbang ketok2 pintu dan saat diperhatikan ada seorang laki minta tolong dan mengalami luka bacok dileher sehubungan saksi takut karena situasi sepi sellanjutnya saksi menghubingi Polsek Bekasi Timur,” ujar Erna.

Korban sempat dirawat di rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan. Polisi yang datang ke TKP menemukan bercak darah korban di lokasi. Korban sempat sadar setelah mendapatkan perawatan dokter. Namun, pada pagi hari Senin 6 Juli diketahui korban meninggal dunia.

Istri korban Siti fatimah (42) berada di RSUD mendampingi korban. Korban sendiri diketahui bernama Kamaludin (46) merupakan warga Graha Melati, kecamatan Tambun, kabupaten Bekasi. Mobil milik korban dan hp yang digunakan untuk menjalankan taksi daringnya hilang. Hingga kini polisi masih mendalami kasus tersebut.

Polisi yang datang olah TKP menduga pria tersebut menjadi korban pencurian dengan kekerasan (begal). Hal tersebut diperkuat dengan raibnya mobil dan hp korban. (Mam)

Anda mungkin juga berminat