Ketua Dewan Pers Minta Media Dapat Mengedukasi Masyarakat

263

JAKARTA (Garudanews.id) – Dewan Pers kini memiliki formasi baru setelah masa jabatan Ketua Dewan Pers periode 2016-2019, Yosep Adi, telah habis.

Bertempat di Hotel Sari Pasific, Jakarta Pusat, Anggota Dewan Pers periode 2016-2019 menggelar pisah sambut dengan anggota periode baru yakni 2019-2022.

Kegiatan itu dihadiri oleh Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Yambise, Ketua KPU Arief Budiman dan sejumlah tokoh pers  lainnya.

Dalam kata sambutannya Ketua Dewan Pers yang baru Muhammad Nuh mengatakan akan meneruskan program program yang belum dilaksanakan oleh kepengurusan Dewan Pers di masa kepemimpinan
Yosep Adi.

“Kami tentunya akan meneruskan program-program yang masih tertunda,” ucap M. Nuh, Rabu (12/6).

Menurutnya, pada periode kepimpinannya, ia tidak melibatkan  wanita didalamnya.

Pada kesempatan itu, Nuh mengharapkan media dapat menjadi mediator yang hadir di antara masyarakat.

“Tantangan media sekarang itu ikuti saja pola kaidah keilmuan, mulai dari data informasi knowladge. Sehingga enggak mungkin mendapat informasi oksigen yang fresh lalu data tak jelas, karena informasi harus dapat dari data. Baru dari situ informasi diolah jadi knowledge,” kata Nuh.

Selain itu, dia juga menyebut media harus memiliki peran dalam mengedukasi masyarakat. Sebab, dia menilai sejumlah masyarakat masih kesulitan dalam menyaring berita yang ada.

“Media harus punya fungsi yang kedua yaitu melakukan pemberdayaan di masyarakat, dari pemberdayaan itulah maka fungsi yang ketiga, adalah pencerahan. Maka akan tambah jelas media bisa memastikan mana yang salah dan benar,” ucapnya.

Sementara itu Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara mengaku akan bekerja sama dengan dewan pers dalam mempertahankan UUD pers untuk tidak adanya intervensi dari pihak pemerintah. (Muklis)

Anda mungkin juga berminat

Tinggalkan tanggapan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.