Dinkes: 81 warga Timika-Papua terinfeksi DBD

0
60
Nyamuk penyebab DBD

TIMIKA (Garudanews.id) – Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika melaporkan jumlah infeksi penyakit demam berdarah dengue (DBD) di Kota Timika, Provinsi Papua, terjadi pada sebanyak 81 warga setempat akibat ditularkan melalui nyamuk aedes aegypty.

Kepala Seksi Pengendalian Penyakit Menular Dinkes Mimika, Obet Tekege di Timika, Kamis, mengatakan kasus terbanyak di wilayah Kelurahan Pasar Sentral Timika, Distrik Mimika Baru dengan jumlah kasus sebanyak 32.

Meskipun jumlah kasus DBD di Timika semakin meningkat tajam dan telah merenggut korban jiwa satu orang, namun hingga kini pemkab setempat belum menyatakan kasus DBD itu sebagai kejadian luar biasa (KLB).

“Dinkes Provinsi Papua telah menyatakan Mimika dalam status KLB DBD. Tapi kami di daerah belum menyatakan seperti itu karena belum dikoordinasikan dengan pimpinan daerah,” kata Obet, dikutip dari Antara.

Penetapan status KLB terhadap suatu penyakit, kata dia, harus dilakukan oleh pimpinan daerah atau minimal oleh pejabat setingkat kepala Dinas Kesehatan jika pimpinan daerah tidak berada di tempat atau sedang bepergian ke luar daerah.

Menurut Obet, jajarannya terus mengampanyekan pembersihan lingkungan untuk memberantas sarang nyamuk dan mengimbau masyarakat terlibat penuh dalam upaya membersihkan lingkungan sekitar permukiman mereka.

Saat ini, katanya, persediaan peralatan untuk pengasapan dan bubuk abate di Instalasi Farmasi Kabupaten (IFK) Mimika mulai menipis.

Beberaa waktu lalu Dinkes Mimika telah menyurati Dinkes Provinsi Papua untuk membantu persediaan peralatan pengasapan dan bubuk abate, namun hingga kini belum juga dikirim.

“Langkah terbaik yang bisa dilakukan yaitu setiap rumah tangga bertanggung jawab membersihkan lingkungannya dari sarang nyamuk. Apabila ada anggota keluarga yang mengalami gejala demam atau panas tinggi, segera memeriksakan diri ke fasilitas layanan kesehatan,” katanya.

Sejauh ini kasus DBD di Timika telah menelan korban jiwa yaitu almarhum Rangga Nathaniel Tanggulungan, bocah berusia 6 tahun yang sedang duduk di bangku TK Sekolah Yayasan Tabita Sion. (Sfa)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here