Merumuskan Kampus Merdeka di Tengah Pandemi Corona

191

JAKARTA (Garudanews.id) – Pandemi  Covid-19  mengharuskan adanya akselerasi dalam kampus merdeka. Hal tersebut menjadi pemantik dihelatnya web series 1 seminar nasional online yang bertajuk ‘Merumuskan Kampus Merdeka Di Tengah Pandemi Corona’.

Acara tersebut menampilkan Ketua Umum Aspikom, Muhammad Sulhan sebagai pembicara. Sulhan menjelaskan materi mengenai mengenai model metode penelitian ilmu komunikasi di tengah pandemi Covid-19.

Menurut Sulhan, Fenomena Corona menunjukan, disiplin ilmu komunikasi lebih dimaknai dalam kapasitas ilmu terapan agar cepat menyelesaikan problem sosial yang muncul. Contohnya saja,  hoax, strategi komunikasi pemerintah, public relations, dan personal performance. Untuk itu model metode penelitian ilmu komunikasi saat ini diarahkan kepada digital methods yang bertolak dari keunikan medium dan platform berbasis internet.

S Bekti Istiyanto, Ketua Jurusan Ilmu Komunikasi UNSOED, mengungkapkan tema model PJJ kuliah ilmu komunikasi di masa pandemi.

Menurut Bekti, munculnya kebijakan merdeka belajar bagi perguruan tinggi yang diiringi berita corona masuk ke Indonesia ditambah kebijakan PSBB, membuat PJJ berjalan tidak normal, namun sekaligus mengalami akselerasi. Pelaksanakan PJJ mendadak diterapkan, namun ada ketidaksiapan kampus untuk memberikan layanan pembelajaran daring.

Penyebabnya, yakni jangkauan sinyal yang tidak merata. Meski demikian, hal tersebut meningkatkan kompetensi penguasaan teknologi dan metode pembelajaran kekinian di kalangan dosen dan mahasiswa ilmu komunikasi.

Koordinator Program Studi S1 Ilmu Komunikasi UNJ, Dini Safitri menjelaskan mengenai kiat publikasi hasil penelitian Ilmu Komunikasi di Jurnal Internasional Bereputasi.

Menurut Dini, diperlukan inovasi dalam proses pembelajaran yang berujung pada publikasi ilmiah. Istilah SKS dalam kampus merdeka yang diubah ke dalam jam kegiatan yang meliputi kegiatan belajar di kelas, magang   pertukaran belajar, proyek di desa, wirausaha, riset, studi independen, dan mengajar di daerah terpencil, dapat di project yang berujung pada publikasi ilmiah di jurnal internasional bereputasi. Tentunya semua dilakukan mahasiswa dibawah bimbingan dosen pembimbing.

Acara web series ini dilakukan di aplikasi google meet. Sebanyak 470 pendaftar tercatat mengisi google form. Namun karena jumlah pendaftar yang melebihi kuota, acara ini juga dapat dinikmati secara live streaming di youtube prodi ikom UNJ, dikabarkan dari republika.(qq)

Anda mungkin juga berminat